Kenaikan Harga Gula hingga Telur Ikut Memicu Inflasi Maret

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membeli telur pada kegiatan pangan murah di RPTRA Jatinegara, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019. Beberapa pangan bisa didapatkan dengan harga lebih murah dari harga pasar, seperti telur ayam yang dijual Rp 10.000 per tray. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Warga membeli telur pada kegiatan pangan murah di RPTRA Jatinegara, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019. Beberapa pangan bisa didapatkan dengan harga lebih murah dari harga pasar, seperti telur ayam yang dijual Rp 10.000 per tray. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kenaikan harga gula dan telur yang masuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) menyumbang inflasi pada Maret 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kontribusi kelompok ini terhadap inflasi mencapai 0,03 persen.

    "Inflasi pada kelompok ini didominasi kenaikan harga telur ayam ras dan bawang bombai masing-masing sebesar 0,03 persen," tutur Suhariyanto dalam siaran langsungnya, Rabu, 1 April 2020.

    Kemudian, kenaikan harga gula pasir di pasaran yang melampaui harga eceran tertinggi atau HET akhir-akhir ini juga turut menyumbang inflasi pada kelompok tersebut sebesar 0,02 persen. Komoditas lain yang tampak turut mempengaruhi adalah kenaikan harga bayam, kangkung, anggur, jeruk, bawang merah, rokok kretek filter, dan rokok putih yang masing-masing berkontribusi menyumbang inflasi sebesar 0,01 persen.

    Adapun perubahan IHK pada Maret 2020 mempengaruhi inflasi sebesar 0,10 persen. Suhariyanto mengatakan, inflasi bulan tersebut cenderung lebih rendah ketimbang Februari lalu.

    Berdasarkan data BPS, inflasi terjadi di 43 kota. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe, yakni mencapai 0,64 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Pekanbaru, Surakarta, dan Surabawa masing-masing sebesar 0,1 persen atau sama dengan rata-rata nasional.

    Di sisi lain, IHK di sejumlah daerah tampak mendorong terjadinya deflasi. Tercatat ada sebanyak 47 kota yang mengalami deflasi.

    Timika tercatat mengalami deflasi paling tinggi dengan angka 1,9 persen. Kemudian, di Tangerang, terjadi deflasi sebesar 0,01 persen. Deflasi didorong oleh berkurangnya pergerakan penumpang angkutan udara. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.