Tekan Dampak Covid-19, Kemenparekraf Aktifkan Pusat Krisis

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kawasan wisata Kuta terlihat lengang saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942 di Badung, Bali, Rabu 25 Maret 2020. Seluruh kawasan pariwisata, ruas jalan dan objek vital di wilayah Bali yang ramai pada hari biasa, terpantau lengang saat Hari Raya Nyepi karena umat Hindu menjalani catur brata penyepian selama 24 jam hingga Kamis (26/3) pukul 06.00 WITA. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Suasana kawasan wisata Kuta terlihat lengang saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942 di Badung, Bali, Rabu 25 Maret 2020. Seluruh kawasan pariwisata, ruas jalan dan objek vital di wilayah Bali yang ramai pada hari biasa, terpantau lengang saat Hari Raya Nyepi karena umat Hindu menjalani catur brata penyepian selama 24 jam hingga Kamis (26/3) pukul 06.00 WITA. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengaktifkan Pusat Krisis Terintegrasi sejak penyebaran virus corona meluas di Indonesia. Pusat krisis ini merupakan jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat untuk menekan dampak COVID-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

    Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kemenparekraf, Ari Juliano Gema mengatakan, komunikasi krisis yang terintegrasi sangat diperlukan dalam manajemen krisis kepariwisataan sebagai upaya meminimalisasi dampak wabah pandemi COVID-19.

    “Kami telah mengaktifkan komunikasi krisis Parekraf sejak 17 Maret 2020, mengikuti SOP manajemen krisis kepariwisataan yang dihasilkan atas masukan bersama praktisi penanganan krisis dan ahli komunikasi sepanjang 2018-2019,” kata Ari di Jakarta, Rabu 1 April 2020.

    Kemenparekraf juga membuka berbagai kanal komunikasi publik sebagai bentuk tanggap COVID-19, di antaranya melalui website dan sosial media resmi. “Terkait Parekraf tanggap COVID-19 ada kanal komunikasi publik yang bisa dimanfaatkan di IG @kemen.parekraf, IG @indtravel, dan www.kemenparekraf.go.id,” katanya.

    Situs tersebut  juga mencantumkan microsite khusus COVID-19 yakni https://pedulicovid19.kemenparekraf.go.id/. Semuanya terintegrasi dan langsung terhubung ke contact center 08118956767 yang berbasis aplikasi whatsapp dan akan dijawab petugas pusat informasi pada jam kerja, dan chatbot di luar jam kerja.

    Ari menambahkan, Kemenparekraf terus melakukan pendataan informasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak virus corona di seluruh daerah. “Kami sedang dalam proses pendataan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak COVID-19 di semua daerah,” katanya.

    Setelah terdata, bersama Pemda, Kemenparekraf akan menerapkan rencana mitigasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi pandemi virus corona. “Kami juga sudah mengkomunikasikan rencana mitigasi sektor Parekraf kepada seluruh pemda pada pekan lalu,” kata Ari.

    Kemenparekraf berjanji akan segera membuka forum daring untuk menjaring masukan dari para pelaku dan stakeholder di bidang pariwisata. Hasil diskusi online akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan langkah lanjutan.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.