Corona, Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 2,3 sampai Minus 0,4 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (kiri) dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan konferensi pers seusai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa 11 Februari 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (kiri) dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan konferensi pers seusai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa 11 Februari 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berisiko turun pada 2020 ini sebagai dampak dari wabah corona. Menurut perkiraan komite, pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya 2,3 persen dengan skenario berat.

    “Dalam skenario sangat berat bisa mencapai minus 0,4 persen,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers online bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Rabu, 1 April 2020.

    Tahun lalu, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 5,02 persen. Realisasi pertumbuhan ekonomi itu sendiri lebih rendah dari asumsi dalam APBN 2019 yang sebesar 5,3 persen. 

    Prediksi KSSK ini disampaikan di tengah meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Hingga kemarin, sudah ada 1.528 kasus positif corona di Indonesia, 136 meninggal, dan 81 sembuh.

    Sri Mulyani kemudian mengatakan semua sektor ekonomi pun akan terkena dampak dan mengalami penurunan. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga turun dari asumsi APBN yang sebesar 5 persen, menjadi 3,22 persen (skenario berat) dan 1,6 persen (skenario sangat berat).

    Kemudian pertumbuhan investasi turun dari asumsi APBN sebesar 6 persen, menjadi 1,12 persen, bahkan bisa minus 4,22 persen. Ekspor turun, dari asumsi yang sebesar 3,7 persen, menjadi minus 14 sampai 15,6 persen. Impor pun turun, dari asumsi 5,3 persen, menjadi minus 14,5 sampai 16,65 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.