Pagi Ini Rupiah Melemah ke Level Rp 16.390 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menghitung rupiah di VIP kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019. Kurs rupiah menguat ke posisi Rp 13.947 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu, 6 Februari 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menghitung rupiah di VIP kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019. Kurs rupiah menguat ke posisi Rp 13.947 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu, 6 Februari 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi, 1 April 2020, melemah seiring terus meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19.

    Pada pukul 09.37 WIB, rupiah bergerak melemah 80 poin atau 0,49 persen menjadi Rp 16.390 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.310 per dolar AS.

    "Harga aset berisiko masih mendapatkan tekanan dari peningkatan penyebaran virus Corona di dunia," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures di Jakarta, Rabu.

    Indeks saham AS ditutup melemah semalam karena kenaikan signifikan 14 persen jumlah kasus positif Covid-19 di New York dalam satu hari. Indeks saham Asia juga bergerak melemah pagi ini.

    "Ini akan memberikan sentimen negatif ke rupiah hari ini," ujar Ariston.

    Kendati demikian, ada sentimen positif dari domestik yaitu pengumuman Presiden Joko Widodo mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan stimulus bagi masyarakat lapisan bawah untuk mengurangi dampak negatif penurunan ekonomi akibat Covid-19.

    "Ini harusnya bisa sedikit memberikan sentimen positif ke pasar keuangan," kata Ariston.

    Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.250 per dolar AS hingga Rp 16.400 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.