Dampak Corona, Sri Mulyani: Stimulus Manufaktur Tidak Mencukupi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani membagikan foto dan video saat bekerja dari rumah atau work from home. Instagram/@smindrawati

    Sri Mulyani membagikan foto dan video saat bekerja dari rumah atau work from home. Instagram/@smindrawati

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan stimulus manufaktur untuk mengurangi dampak wabah virus corona tidak sepenuhnya dapat membantu kinerja industri bangkit.

    Sri Mulyani mengatakan stimulus fiskal dan kebijakan non fiskal untuk sektor manufaktur sudah tidak lagi memadai. "Maka kami menyampaikan perlu paket yang komprehensif, karena stimulus yang sudah dikeluarkan dirasa tidak lagi mencukupi," katanya, dalam konferensi pers bersama terkait stimulus ekonomi, Rabu. 1 April 2020.

    Sebelumnya, pemerintah menerbitkan stimulus fiskal yang diberikan dalam rangka menangkal dampak wabah virus Corona atau Covid-19.

    Dalam stimulus gelombang dua ini, nilai insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah diklaim mencapai Rp 22,9 triliun yang bersumber dari relaksasi empat jenis pajak yakni PPh 21, PPh 22 Impor, PPh Badan, dan restitusi PPN.

    Stimulus ini berpotensi menunda penerimaan negara hingga Rp 8,15 triliun dengan asumsi kinerja impor pada tahun ini sama dengan tahun 2019 lalu.

    Kemudian, otoritas pajak juga memangkas tarif PPh Badan sebesar 30 persen selama 6 bulan terhitung pada April hingga September atas 19 sektor industri terdampak serta WP KITE dan WP KITE IKM.

    Langkah ini diasumsikan akan menghilangkan penerimaan negara hingga Rp 4,2 triliun dan akan membantu arus kas perusahaan yang selama ini terbebani oleh pembayaran PPh Pasal 25 Masa.

    Terakhir, pemerintah memberikan relaksasi dalam restitusi PPN bagi 19 sektor manufaktur, WP KITE, dan WP KITE IKM selama 6 bulan.

    Bagi eksportir, jumlah PPN yang bisa direstitusi tidak dibatasi dan tidak perlu melewati proses audit, sedangkan untuk noneksportir nilai restitusi PPN dibatasi hingga Rp5 miliar.

    Secara total, restitusi yang akan digelontorkan kepada WP diestimasikan bisa mencapai Rp 1,97 triliun.

    Untuk diketahui, 19 sektor industri manufaktur yang mendapatkan fasilitas PPh 22 Impor, PPh Badan, dan restitusi PPN antara lain: 

    1. Industri bahan kimia dan barang kimia
    2. Industri alat angkutan lainnya
    3. Industri makanan
    4. Industri logam dasar
    5. Industri kertas dan barang dari kertas
    6. Industri minuman
    7. Industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional
    8. Industri kendaraan bermotor, trailer, dan semi trailer
    9. Industri karet, barang dari karet, dan plastik
    10. Industri barang galian bukan logam
    11. Industri pakaian jadi
    12. Industri peralatan listrik
    13. Industri tekstil
    14. Industri mesin dan perlengkapan YTDL
    15. Industri barang logam, bukan mesin, dan peralatannya
    16. Industri percetakan dan reproduksi media rekaman
    17. Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki
    18. Industri furnitur
    19. Industri komputer, barang elektronik, dan optik

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.