Jokowi Pilih Pembatasan Sosial Tangani Corona, Respons Pasar?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaDirektur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan para pelaku pasar masih berhati-hati dan memantau langkah pemerintah dalam menanggulangi Virus Corona alias Covid-19 di Tanah Air.

    Salah satu kebijakan yang dipantau adalah langkah Presiden Joko Widodo yang memilih pembatasan sosial berskala besar untuk mengatasi wabah ini. Padahal, belakangan muncul dorongan berbagai pihak agar Jokowi melakukan karantina wilayah untuk mempercepat penanganan perkara tersebut. 

    "Memang kalau lockdown-nya keras mungkin pasar akan bereaksi negatif dan terkoreksi turun. Tapi kalau seperti sekarang ini pasar biasa saja, tidak respons negatif maupun positif," kata Hans kepada Tempo, Selasa, 31 Maret 2020.

    Ia menuturkan pemerintah mesti menjelaskan lebih rinci mengenai kebijakan yang akan diambilnya. Di samping itu, ujarnya, pasar juga menunggu pengumuman stimulus paket ekonomi Jilid III oleh pemerintah.

    Menurut Hans untuk bisa memacu kepercayaan pelaku pasar, pemerintah memang harus memutar otak bagaimana cara menghentikan penyebaran wabah ini di Indonesia. Setelah pandemi itu berakhir, pemerintah diminta untuk memulihkan kembali perekonomian yang terimbas dampak negatif penyakit tersebut.

    "Memang agak sulit penanganan di Indonesia karena di sejumlah titik seperti pasar dan kampung masih ramai saja, seakan enggak ada masalah dengan Corona. Pemerintah harus hati-hati jangan sampai ada ledakan," ujar Hans.

    Selagi angka penyebaran Virus Corona terus naik, Hans melihat indeks di pasar modal masih akan berfluktuasi. Kendati, hingga saat ini ia melihat kebijakan otoritas pasar modal sudah cukup baik untuk meredam kepanikan pasar. "Jadi poin pentingnya di penanganan corona, serta agar pandemi segera berlalu, karena kita khawatir ada gelombang berikutnya juga."

    Untuk hari ini, Hans mengatakan indeks harga saham gabungan atau IHSG berpeluang menguat terbatas karena terkerek sentimen eksternal, khususnya dari berbagai kebijakan di Amerika Serikat. Terpantau, pada Selasa pagi, 31 Maret 2020, bergerak menguat terbawa kenaikan bursa saham global.

    Pada pukul 09.25 WIB, IHSG menguat 126,15 poin atau 2,86 persen ke posisi 4.540,65. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 23,66 poin atau 3,53 persen menjadi 694,43 poin.

    Presiden Jokowi sebelumnya menetapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar dalam menghadapi penyebaran virus corona. Ia pun meminta para menterinya menyusun aturan pelaksanaan kebijakan ini agar bisa diterapkan di daerah.

    "Dalam menjalankan kebijakan pembatasan sosial skala besar, agar segera disiapkan aturan pelaksanaan yang lebih jelas. Sebagai panduan bagi provinsi, kabupaten/ kota sehingga mereka bisa kerja," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas membahas laporan Gugus Tugas Penanganan Corona lewat video conference, Senin, 30 Maret 2020.

    Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan bahwa pembatasan sosial skala besar itu merupakan babak baru dalam perang Indonesia melawan corona. Kebijakan ini juga bersamaan dengan perintah physical distancing yang diminta Jokowi agar dilakukan lebih tegas, disiplin, dan efektif.

    Jokowi bahkan mengatakan kebijakan ini perlu didampingi oleh kebijakan darurat sipil. "Tadi sudah saya sampaikan bahwa perlu didampingi adanya kebijakan darurat sipil," katanya.

    Ia kembali menegaskan bahwa kebijakan kekarantinaan kesehatan, termasuk karantina wilayah adalah kewenangan pemerintah pusat. Jokowi mengatakan hal tersebut bukan merupakan wewenang pemerintah daerah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.