TNI AU: Kolonel Setiawan yang Wafat Bukan Pembawa APD dari Cina

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memindahkan APD dari pesawat B737-400 milik TNI AU di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin, 23 Maret 2020. Peralatan bermerek UPC asal Korea itu bukanlah pembelian dari Cina yang diambil oleh TNI AU pada akhir pekan kemarin. ANTARA/Fikri Yusuf

    Petugas memindahkan APD dari pesawat B737-400 milik TNI AU di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin, 23 Maret 2020. Peralatan bermerek UPC asal Korea itu bukanlah pembelian dari Cina yang diambil oleh TNI AU pada akhir pekan kemarin. ANTARA/Fikri Yusuf

    Tempo.Co, Jakarta - Kadispen TNI AU Marsma Fajar Adiryanto mengkonfirmasi meninggalnya Kadispers Lanud Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb Setiawan. Ia memastikan mendiang bukan pilot pembawa bantuan alat pelindung diri (APD) dari Cina ke Indonesia.

    "Almarhum adalah Kadispers Lanud Halim yang punya rating sebagai pilot CN-295. Bukan pilot yang berangkat ke Cina," kata Fajar saat dihubungi Tempo pada Senin petang, 30 Maret 2020.

    Sebelumnya, mendiang Setiawan wafat pada Senin pagi, 30 Maret, pukul 06.49 WIB di Rumah Sakit TNI AU Esnawan Halim Perdanakusuma. Beredar kabar yang menyebut pilot tersebut adalah pilot pembawa APD dari Cina.

    Fajar menegaskan, pilot pembawa bantuan APD ialah awak dengan lisensi pesawat C-130 Hercules. Pilot itu mengudara dari Lanud ABD Saleh, Malang.

    Adapun ihwal meninggalnya Setiawan yang santer dikabarkan lantaran terpapar virus corona, Fajar enggan menjelaskan. "Untuk detail penyebabnya meninggal silakan tanya ke RS Esnawan Halim," katanya.

    Tempo lalu mencoba menghubungi Kepala Rumah Sakit Esnawan Halim Perdanakusuma Mukti Arja Berlian. Saat dikonfirmasi, Berlian menyatakan, sebelum meninggal, Setiawan memang tengah menjalani tes swab virus corona. Namun belum dapat dipastikan apakah mendiang positif Covid-19 atau tidak. "Belum tahu pasti karena saya belum tahu hasil labnya. Hasilnya belum jadi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.