DKI Bakal Setop Bus AKAP, Pengusaha Minta Insentif

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang bersiap menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Sejumlah perantau masih terlihat menumpang bus AKAP untuk keluar dari kota Jakarta. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Calon penumpang bersiap menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Sejumlah perantau masih terlihat menumpang bus AKAP untuk keluar dari kota Jakarta. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Perusahaan Otobus Agra Mas David Ariawan menyebut para pengusaha bus hanya bisa pasrah dengan rencana penutupan sementara aktivitas bus antarkota antarprovinsi AKAP dari dan ke Jakarta mulai Senin, 30 Maret 2020.

    "Langkah kami, ikuti arahan pemerintah saja, kami [pengusaha otobus] tidak bisa berbuat banyak," katanya kepada Bisnis.com, Senin.

    Dia menegaskan dengan dihentikannya aktivitas bus AKAP, para pengemudi beserta kernet bus tentu diistirahatkan hingga waktu yang belum ditentukan, menyesuaikan kembali normalnya aktivitas bus AKAP.

    Berdasarkan catatan Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) kebutuhan insentif bagi kru bus ini sangat genting. Setidaknya terdapat 60 ribu supir bus dan kernet di Indonesia. Mereka termasuk pekerja yang upahnya dibayar harian dan akan kehilangan mata pencariannya ketika bus tidak beroperasi.

    ADVERTISEMENT

    "Pemerintah harusnya memberi bantuan langsung tunai [BLT] untuk kru bus, karena pekerjaannya seperti supir ojek online yang hitungan pendapatannya harian," katanya.

    Di sisi lain, para pengusaha otobus ini membutuhkan kelonggaran di berbagai bidang karena penutupan ini berdampak langsung terhadap aktivitas bisnis mereka. David meminta ada keringanan kredit bank, pajak, dan BPJS.

    Menurutnya, kondisi penutupan aktivitas bus AKAP ini berat sekali dirasakan para perusahaan otobus. Belum lagi dampak penyebaran virus corona sudah membuat anjlok okupansi bus.

    Rencana penutupan akses bus AKAP dari dan ke DKI Jakarta sebagai respons dari munculnya lonjakan arus penumpang bus ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir.

    Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur resmi telah menghentikan layanan bus AKAP dalam rangka pencegahan wabah virus corona atau Covid-19.

    Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jhoni mengatakan kebijakan tersebut sesuai dengan surat edaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta nomor 1588/-I.819.611 terkait Penghentian Layanan Bus AKAP, Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP) dan Pariwisata yang ditandatangani Kadishub DKI Syafrin Liputo.

    "Ditutup untuk layanan AKAP sampai dengan waktu yang diinfokan selanjutnya," ujar Made, Senin, 30 Maret 2020.

    Adapun pada Senin malam, juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan  Menteri Perhubungan Ad Interim Luhut Pandjaitan memutuskan menunda kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyetop sementara operasional bus antarkota antarprovinsi.

    "Menko Maritim dan Investasi selaku Plt Menhub (Luhut) mengarahkan, pelarangan operasional itu ditunda dulu pelaksanaannya sambil menunggu kajian dampak ekonomi secara keseluruhan," ujarnya saat dihubungi Tempo pada Senin, 30 Maret 2020.


    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.