Pandemi Corona, Operasional LRT Palembang Dikurangi Jadi 26 Perjalanan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprotkan cairan disinfektan didalam gerbong kereta di Depo Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan, Palembang, Selasa 10 Maret 2020. Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19), PT KAI (persero) Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan melakukan disinfeksi di seluruh area gerbong kereta LRT Sumatera Selatan dengan menyemprotkan cairan disinfektan.  ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Petugas menyemprotkan cairan disinfektan didalam gerbong kereta di Depo Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan, Palembang, Selasa 10 Maret 2020. Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19), PT KAI (persero) Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan melakukan disinfeksi di seluruh area gerbong kereta LRT Sumatera Selatan dengan menyemprotkan cairan disinfektan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola LRT Sumatera Selatan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang, mulai mengurangi jadwal perjalanan kereta api ringan atau LRT per 1 April mendatang menyusul kebijakan physical distancing. LRT akan mengurangi jumlah operasional menjadi 26 perjalanan dari semula 54 perjalanan.

    "Penyesuaian jadwal sementara ini dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi pencegahan penyebaran virus corona," kata Manager Humas Divre III Palembang Aida Suryanti dalam keterangannya, Senin, 30 Maret 2020.

    Dengan pengurangan itu, pihak pengelola akan melakukan penyesuaian jam operasional LRT. Mendatang, LRT bakal beroperasi pukul 08.39 WIB hingga 17.27 WIB dengan headway atau waktu tunggu 36 menit antar-kereta.

    Pengurangan jadwal rangkaian LRT ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, pada 21 Maret, KAI bersama Balai Pengelola LRT Sumatera Selatan telah memangkas jadwal perjalanan LRT Sumatera Selatan dari 74 Perjalanan menjadi 54 perjalanan.
    Aida menjelaskan, di samping untuk mencegah penyebaran virus, okupansi kereta ringan juga melorot hingga 85 persen.

    "Rata-rata menjadi 1.200 penumpang per hari nya," ucapnya. Menurut Aida, payung kebijakan ini diatur oleh Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS).
    Adapun keputusan terhadap kebijakan ini juga sudah dirembuk bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.