Terimbas Bursa AS, IHSG Diwarnai Aksi Ambil Untung Investor Asing

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung anjlok hampir 5 persen di awal pembukaan perdagangan, Senin 30 Maret 2020 hari ini. Begitu dibuka, IHSG langsung meluncur ke zona merah dengan koreksi 221,957 poin atau 4,88 persen ke level 4.323,614

    Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio menilai, pergerakan IHSG di awal perdagangan ini, diwarnai aksi ambil untung (profit taking) oleh investor asing. Selain itu, kondisi global yang masih belum stabil membuat indeks langsung menurun tajam.

    “Terlebih Dow Jones juga mengalami penurunan lebih dari 900 poin dan Dow Jones Futures pada pagi ini juga masih di zona negatif,” jelasnya kepada Bisnis.com, Senin 30 Maret 2020.

    Akibatnya, kata Frankie, pasar bergerak zig-zag. Saat ini, sedang terjadi pertarungan antara pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia yang menggelontorkan stimulus secara massif, untuk melawan dampak dari pandemik COVID-19. “[Pertarungan antara] stimulus secara masif yang efeknya akan mengangkat indeks dengan efek dari pandemik COVID-19 yang menurunkan indeks,” katanya.

    Sebanyak 260 saham pagi ini mengalami koreksi dan hanya 41 emiten yang mampu menghijau. Saham-saham berkapitalisasi pasar besar jumbo masuk daftar top losers pada awal perdagangan. PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) misalnya, ambles 6,92 persen ke level Rp 1.345 hingga pukul 09:28 WIB. Emiten berkapitalisasi Rp 156,45 triliun itu membukukan net buy investor asing senilai Rp 3,73 miliar. Namun, investor domestik tercatat melakukan penjualan saham produsen rokok itu senilai Rp 11,0 miliar hingga pukul 09:32 WIB.
     
    Saham bank pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga ambles 6,88 persen ke level Rp 4.600 pada pukul 09:28 WIB. Nasib serupa juga dialami oleh bank pelat merah lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), yang juga melorot 6,81 persen ke level Rp 3.010.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.