Dampak Corona, Kapasitas Produksi Mobil Toyota Tinggal 50 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses perakitan Toyota Sienta di Pabrik Karawang Plant II PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016. TEMPO/Fery Firmansyah

    Proses perakitan Toyota Sienta di Pabrik Karawang Plant II PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016. TEMPO/Fery Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak wabah corona berjangkit di Indonesia, saat ini kapasitas produksi kendaraan roda empat PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sudah berkurang drastis. 

    "Produksi sudah berkurang bertahap sejak minggu lalu sudah kurang dari 50 persen," kata Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azzam kepada Bisnis, Sabtu 28 Maret 2020.

    Hal ini merupakan dampak dari pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia yang membuat warga membatasi kegiatan di luar rumah untuk menekan penyebaran virus itu. Bob mengatakan, Toyota  juga sudah mengurangi aktivitas di bagian kantor. Saat ini,aktivitas perkantoran TMMIN tinggal 25 persen saja.

    "Kami sudah mengurangi untuk yang office sudah tinggal 25 persen kegiatan, terutama yang sifatnya urgent seperti pembayaran dan administrasi ekspor," ucapnya.

    Bob mengaku belum berani memprediksi bagaimana proyeksi produksi fasilitas pabrik Toyota selama sebulan ke depan. Pasalnya keadaan berubah sangat cepat setiap harinya.

    Menurut Bob, raksasa otomotif ini telah menyiapkan langkah antisipasi untuk fasilitas TMMIN terkait wabah Covid-19 ini. "Biasanya kami bicara 2 atau 3 hari ke depan," ujar dia.
     
    BISNIS
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.