Mulai 1 April, Seluruh Penerbangan AirAsia Distop Sementara

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tamu undangan berpose di samping armada AirAsia Airbus A320 yang menggunakan corak

    Tamu undangan berpose di samping armada AirAsia Airbus A320 yang menggunakan corak "livery" baru bertema "Sustainable ASEAN" dalam rangka perayaan Hari Jadi Pembentukan ASEAN saat peluncurannya di Bangkok, Thailand, Jumat 9 Agustus 2019. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan AirAsia menghentikan sementara seluruh layanan penerbangannya atau hibernasi mulai 1 April 2020, baik untuk rute internasional maupun domestik. Kebijakan penangguhan diambil untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus corona.

    Untuk penerbangan rute domestik, AirAsia akan menangguhkan layanan penerbangan hingga 21 April 2020. Sedangkan khusus rute internasional, kebijakan ini berlaku untuk waktu yang lebih lama, yakni hingga 17 Mei 2020.

    "Penumpang yang terdampak akan menerima pemberitahuan melalui email dan SMS yang terdaftar saat pembelian tiket," ujar Secertary Air Asia Indonesia Baskoro Adiwiyono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 28 Maret 2020.

    Baskoro menjelaskan, maskapai penerbangannya menawarkan pelbagai pilihan. Opsi ini meliputi perubahan jadwal perjalanan (reschedule) tanpa biaya tambahan. AirAsia juga memberikan opsi pemberian kredit saldo senilai pembelian tiket yang dapat digunakan untuk pembelian berikutnya dengan periode waktu 365 hari.

    Adapun untuk pemesanan yang dilakukan secara grup, penumpang diminta menghubungi agen perjalanan masing-masing. Sedangkan bagi penumpang yang memiliki kebutuhan mendesak, perseroan menyarankan konsumennya mengubah jadwal keberangkatan sebelum 1 April.

    Meski begitu, penumpang tetap disarankan terus memantau informasi teranyar di laman resmi atau sosial media perusahaan. "AirAsia Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi dan akan melakukan langkah antisipasi," tuturnya.

    Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi membenarkan bahwa sejumlah maskapai telah mengurangi pergerakan pesawat sejak virus corona merebak. Sedari Januari hingga Maret 2020, ia mencatat terjadi pembatalan sebanyak 18.300 penerbangan.

    "Rata-rata menurunkan frekuensi. Untuk keberangkatan menurun, kedatangan lebih turun lagi," ujar Faik.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.