Startup Ini Siap Produksi 100 Ribu Test Kit Virus Corona

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas rumah sakit melakukan swab test untuk menditeksi virus corona atau Covid-19 di Indian Wells, California, 26 Maret 2020.  REUTERS/Lucy Nicholson

    Petugas rumah sakit melakukan swab test untuk menditeksi virus corona atau Covid-19 di Indian Wells, California, 26 Maret 2020. REUTERS/Lucy Nicholson

    Tempo.Co, Jakarta - Sebanyak 100 set prototipe perangkat pengujian infeksi (test kit) virus corona atau Covid-19 mulai dikembangkan dalam tiga pekan ke depan. Perangkat uji coba ini dikembangkan oleh Nusantics, startup deep-tech genomic dari perusahaan venture capital ternama, yaitu East Ventures.

    “Keinginan untuk berbakti kepada bangsa dan latar belakang yang sesuai mendorong kami untuk ikut berkontribusi,” kata CEO Nusantics Sharlini Eriza Putri dalam siaran pers di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020. 

    Saat ini, penyebaran virus corona di Indonesia semakin melonjak setiap harinya.Sampai hari ini, jumlah pasien positif virus corona naik lagi menjadi 1.046 orang. 87 meninggal dunia dan 46 sembuh. Upaya Indonesia menahan laju penyebaran virus pun terbentur akibat keterbatasan test kit.

    Di tengah situasi ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun membentuk Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Penanganan Covid-19. Nusantics pun menjadi anggota di dalamnya. Setelah prototipe rampung, maka Nusantics dan berbagai institusi lainnya yang terlibat, akan memproduksi tak kurang dari 100 ribu test kit.

    Di saat yang bersamaan, Nusantics juga melaksanakan proyek whole genome sequencing untuk memetakan mutasi virus penyebab virus corona yang menyebar di Indonesia. Hasil pemetaan ini akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan vaksin. Selain itu, data tersebut bisa dimanfaatkan untuk memvalidasi test kit hasil pengembangan Nusantics dan test kit lain yang digunakan di tanah air.

    Untuk mendukung ikhtiar ini, East Ventures pun meluncurkan gerakan Indonesia Pasti Bisa, sebuah platform untuk mengerahkan seluruh kekuatan ekosistem digital demi membantu Nusantics.

    Sebagai langkah awal, East Ventures akan menghimpun pendanaan dengan target Rp 10 miliar. Sebanyak Rp 9 miliar akan digunakan untuk memproduksi 100 ribu test kit untuk corona secara gratis. Lalu, sisanya untuk untuk proyek whole genome sequencing

    Publik pun bisa berpartisipasi dengan menyumbangkan dana, bahan baku dan peralatan, atau tenaga dan keahlian. Publik tinggal mengakses indonesiapastibisa.com. Gerakan urun dana akan dimulai pada Senin, 30 Maret 2020 pukul 09.00 WIB. Setiao donasi yang masuk akan ditampilkan di situs ini.

    Selain East Ventures, salah satu perusahaan fintech yaitu Koinworks, juga bergabung sebagai mitra akuntabilitas untuk menyediakan dan mengelola platform urun dana. Penggunaan dana juga akan diaudit oleh pihak ketiga. “KoinWorks akan menggunakan keahlian dan teknologi kami dalam aktivitas crowdfunding untuk menyediakan platform akuntabilitas yang jelas dan transparan,” kata Co-founder dan Executive Chairman KoinWorks Willy Arifin.

    Terakhir, ada IDN Media yang akan terlibat sebagai mitra transparansi. Setiap pekan, perkembangan dan hasil kerja tim akan dipublikasi. Publikasi akan disampaikan melalui platform berita IDN Times yang sudah menjangkau lebih dari 45 juta pembaca di seluruh Indonesia. “Kami siap menjaga transparansi dari inisiatif ini dan secara berkala menyampaikan perkembangannya kepada masyarakat luas,” kata pendiri dan CEO IDN Media Winston Utomo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?