Corona, KKP Minta Nelayan dan Warga Terapkan Gerakan Jaga Jarak

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo tiba di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta Pusat. Ia secara mendadak dipanggil oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Selasa sore, 29 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo tiba di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta Pusat. Ia secara mendadak dipanggil oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Selasa sore, 29 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Tempo.Co, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KPP meminta nelayan dan seluruh masyarakat di daerah pesisir turut melakukan phsycal distancing atau jaga jarak fisik untuk mencegah penyebaran virus corona. Imbauan itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tb Haeru Rahayu.

    "Kami sudah instruksikan jajaran di lapangan untuk berperan aktif dan berpartisipasi dalam mendukung program physical distancing penularan virus corona," ujar Haeru dalam keterangannya, Jumat, 27 Maret 2020.

    Haeru mengatakan kampanye ini sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang memerintahkan seluruh anak buahnya mendukung program phsyical distancing. Adapun dalam menggencarkan gerakan ini, kementerian telah membentuk satuan tugas di tiap-tiap unit pelaksana teknis atau UPT.

    Phsycal distancing sebelumnya merupakan bentuk imbauan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO untuk meminimaliasi persebaran virus corona. Mengacu pada imbauan tersebut, masyarakat diminta mengatur jarak sektiar 1 meter saat bertemu dengan orang lain untuk mengantisipasi penularan infeksi virus.

    Menindaklanjuti gerakan ini, Haeru mengatakan direktoratnya telah memberikan sosialisasi kepada nelayan dan masyarakat di pesisir. Salah satunya di Bitung, Sulawesi Utara.

    Pengawas perikanan yang tergabung dalam Tim Ops Sea Rider 06 telah melaksanakan kampanye di sana dengan imbauan menggunkanan pengeras suara kepada masyarakat Talise (Bitung)," ucapnya.

    Tim, kata dia, juga menyisir titik-titik pesisir tempat masyarakat umumnya berkumpul. Mereka juga meminta supaya nelayan tidak bergerombol saat melaut.

    Selain di Bitung, kampanye ini dilakukan di Bengkulu. Kampanye itu menyasar kelompok nelayan di Kampung Bahari dan Kampung Sejahtera. ”Kegiatan kami seperti di Bitung dan Bengkulu ini akan terus dilanjutkan oleh petugas kami di daerah lain," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).