Bank Indonesia Siapkan Rp 450 T Uang Baru untuk Mengisi ATM

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyusun tumpukan uang kertas di Cash Center Bank BNI, Jakarta, Senin, 23 Desember 2019. BNI menyiapkan uang tunai Rp 16,9 triliun setiap pekan di bulan ini untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. TEMPO/Gregorius Bramantyo

    Petugas menyusun tumpukan uang kertas di Cash Center Bank BNI, Jakarta, Senin, 23 Desember 2019. BNI menyiapkan uang tunai Rp 16,9 triliun setiap pekan di bulan ini untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. TEMPO/Gregorius Bramantyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebutkan  telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 450 triliun yang akan diedarkan ke mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama enam bulan ke depan.

    Perry mengatakan Bank Indonesia bekerja sama dengan industri perbankan dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) sejak dua pekan lalu untuk mendistribusikan uang tunai tersebut ke mesin ATM.

    “Stok kami lebih dari cukup untuk memenuhi hampir enam bulan kebutuhan yang sekitar Rp 450 triliun. Kami bekerja sama dari dua minggu lalu dengan perbankan dan asosiasi sistem pembayaran untuk menambah uang di ATM dengan uang yang baru,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

    Perry menyatakan pihaknya telah mengkarantina uang-uang yang disetorkan oleh perbankan selama 14 hari sejak ditetapkan masa darurat akibat wabah Virus Corona baru atau COVID-19 pada awal Maret lalu.

    “Begitu Satgas menetapkan masa darurat sampai 29 Mei kami sudah mengkarantina uang-uang yang disetorkan oleh perbankan. Kami berterima kasih kepada perbankan dan industri sistem pembayaran atas kerja sama yang erat,” ujarnya.

    Tak hanya itu, Bank Indonesia juga telah berkoordinasi dan memberikan instruksi kepada 46 kantor bank di Indonesia agar mengganti uang-uang di ATM dengan yang baru kemudian menyetorkan uang yang lama untuk dikarantina.

    “Kami menginstruksikan seluruh 46 kantor bank di Indonesia untuk terus mengganti uang-uang di ATM dengan uang baru,” ujarnya.

    Meski demikian, Perry pun tetap mengimbau agar masyarakat dapat bertransaksi secara nontunai dalam rangka menekan penyebaran Virus Corona di Indonesia melalui uang tunai.

    “Uang elektronik digunakan, mobile banking digunakan, internet banking digunakan, dan jangan lupa untuk menggunakan QRIS yang sudah kami kampanyekan,” katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.