IHSG Ditutup Melambung 10 Persen, Saham BRI Paling Diburu

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Saham Gabungan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Sebanyak 149 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah melemah 28,52 poin atau 0,49 persen ke posisi 5.788. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Saham Gabungan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Sebanyak 149 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah melemah 28,52 poin atau 0,49 persen ke posisi 5.788. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup dengan catatan moncer karena berhasil melonjak lebih dari 10 persen. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 10,19 persen atau 401,27 poin ke level 4.338,90 menjelang akhir perdagangan hari ini, Kamis 26 Maret 2020.

    Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 3.935,91-4.370,66. Sembilan sektor dalam IHSG semuanya menguat. Dipimpin oleh sektor finansial yang menguat 14,06 persen, disusul sektor barang konsumsi yang menguat 13 persen dan infrastruktur yang naik 11,43 persen.

    Sampai dengan penutupan perdagangan, 300 saham tercatat menguat, 129 terkoreksi, dan 115 stagnan. Investor asing terpantau tengah memburu emiten big caps dengan torehan net buy atau beli bersih senilai Rp 669,83 miliar.

    Emiten perbankan menduduki daftar tiga teratas saham paling diburu investor asing. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencetak net buy masing-masing Rp 295,41 miliar, Rp 292,47 miliar, dan Rp 181,09 miliar.  Adapun, saham ketiganya menguat 20,49 persen, 17,33 persen, dan 15,80 persen.

    Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio menilai kenaikan IHSG terkerek oleh indeks Dow Jones yang mencatat kenaikan kumulatif sebesar 13 persen dalam dua hari. Kondisi itu dipicu oleh paket stimulus senilai US$ 2 triliun yang dikucurkan AS untuk mengantisipasi dampak pandemi corona.

    Dari dalam negeri, Frankie menyebut terdapat sejumlah sentimen yang mengerek laju indeks. Salah satunya stimulus dari pemerintah untuk menstabilkan ekonomi dan kenaikan plafon defisit fiskal menjadi 5 persen. “Valuasi banyak perusahaan di Indonesia yang sudah murah menyebabkan IHSG mengalami kenaikan besar pada hari ini,” jelasnya, Kamis 26 Maret 2020.

    Dia menambahkan penguatan IHSG juga merupakan akumulasi. Pasalnya, sejumlah bursa saham Asia sudah lebih dulu mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu kemarin.

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan menguatnya IHSG tidak lepas dari perkembangan positif terkait penanganan virus Corona (Covid-19) di negara maju. "Penguatan IHSG cukup signifikan. Dua minggu lalu, terjadi tekanan kepanikan pasar keuangan global. Banyak saham hari ini sebagian besar warna hijau," katanya saat siaran langsung melalui Youtube Bank Indonesia, Kamis.

    BISNIS | HENDARTYO HANGGI 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.