Gubernur BI Yakin Investor Asing Masih Bergairah Tanam Dana di RI

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan pemaparan dalam acara Digital Transformation For Indonesian Economy di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. TEMPO menggelar acara diskusi bertajuk Digital Transformation For Indonesian Economy dengan tema Finding The New Business Models. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan pemaparan dalam acara Digital Transformation For Indonesian Economy di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. TEMPO menggelar acara diskusi bertajuk Digital Transformation For Indonesian Economy dengan tema Finding The New Business Models. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo yakin gairah investor global untuk menanamkan dananya di Indonesia masih besar. Sebab, dia menilai, ekonomi Indonesia kuat dan stabil.

    "Kami komunikasi langsung dengan investor global bersama pak Wamen (Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara), Selasa lalu, semua investor global masih punya confident ke Indonesian karena pengelolaan ekonominya," kata Perry dalam live streaming perkembangan ekonomi terkini, Kamis, 26 Maret 2020.

    Dia mengatakan, investor asing itu juga mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan untuk mengatasi dampak wabah cirus Corona atau Covid-19 terhadap kesehatan masyarakat dan perekonomian secara umum dan pasar keuangan.

    Menurut Gubernur BI, investor asing juga yakin bahwa kondisi  dan pengelolaan ekonomi Indonesia cukup baik. "Mereka tentu tidak bisa disalahkan bagaimana persepsi mereka karena seluruh pelaku investor dunia panik," kata dia

    Dia menuturkan, kepanikan investor pasar keuangan dan ekonomi yang terus terjadi sejak dua pekan terakhir, telah membuat aliran modal asing keluar deras dari Indonesia. Namun, kata Perry, hal itu  terjadi merata di seluruh negara.

    Kendati begitu, hari ini Gubernur BI melihat beberapa investor sudah kembali membeli aset keuangan, baik di pasar saham maupun surat berharga negara atau SBN. "Begitu kepanikan mereda, mereka masuk kembali karena mereka masih confident terhadap ekonomi Indonesia," ujar Perry.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.