Efek Corona, INACA: Ada Maskapai yang Mulai Merumahkan Pegawai

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan pesawat di Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu, 18 Maret 2020. Stiker panduan jarak ini dipasang di sejumlah area pelayanan publik bandara sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir potensi penyebaran COVID-19 atau virus Corona. ANTARA/Fikri Yusuf

    Calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan pesawat di Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu, 18 Maret 2020. Stiker panduan jarak ini dipasang di sejumlah area pelayanan publik bandara sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir potensi penyebaran COVID-19 atau virus Corona. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, JakartaSekretaris Jenderal INACA (Indonesia National Air Carriers Association) Bayu Sutanto mengatakan saat ini sudah ada perusahaan maskapai yang mulai merumahkan pegawainya lantaran terimbas dampak Virus Corona alias Covid-19.

    "Setahu saya sudah mulai dengan unpaid leave atau perumahan karena jumlah penerbangan sudah berkurang banyak," ujar Bayu kepada Tempo, Kamis, 26 Maret 2020. Kalau pandemi ini berkepanjangan, persoalan itu bisa berujung kepada pemutusan hubungan kerja.

    Bayu tidak bisa menyebut berapa banyak pegawai dari perusahaan anggota asosiasinya yang terdampak kebijakan itu. "Yang tahu banyaknya adalah maskapai masing-masing," kata dia. Namun, ia melihat hampir perusahaan penerbangan terdampak, khususnya maskapai berjadwal.

    Dalam keterangan tertulis, Ketua Umum INACA Denon Prawiratmadja mengatakan sejak awal bulan Maret 2020 ini terjadi penurunan jumlah penumpang yang sangat drastis. Untuk itu, semua maskapai penerbangan sudah mengurangi jumlah penerbangan baik rute dan frekuensinya sampai dengan 50 persen atau lebih.

    Menurut Denon, untuk mengurangi kerugian yang diderita beberapa waktu belakangan ini, sejumlah maskapai penerbangan telah melakukan langkah antisipasi. Langkah itu antara lain dengan memilih opsi tutup operasi dan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja karyawannya baik bagi pilot, awak kabin, teknisi dan karyawan pendukung lainnya.

    Untuk menyelamatkan industri penerbangan agar tetap eksis baik saat ini maupun saat pemulihan nanti apabila pandemi Covid-19 sudah tuntas, kata Denon, maka INACA akan meminta sejumlah keringanan maupun insentif kepada pemerintah. "Kami sangat mengharapkan respon positif dari Pemerintah yang cepat untuk menghindari gelombang perumahan dan PHK yang tidak bisa dihindari tersebut."

    Sebelumnya sejumlah pihak mengeluhkan dampak pandemi virus Corona ini terhadap industri penerbangan. Salah satunya disampaikan oleh General Manager Bandara Husein Sastranegara, PT Angkasa Pura II, Andika Nuryaman.

    Ia menyebutkan jumlah penumpang rute internasional bahkan sudah berlangsung sejak Januari 2020, saat awal kemunculan Covid-19 di Cina. Virus tersebut selanjutnya dilaporkan menyebar di sejumlah negara.

    “Sejak awal-awal rumor sejak Januari itu, sudah berdampak pada penerbangan. Rute Kuala Lumpur dan Singapura berdampak. Load factor anjlok di bawah 50 persen,” kata Andika awal Maret 2020 lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.