Hadapi Corona, 12 Alat Kesehatan Ini Bebas Masuk Tanpa Izin Impor

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan telah menerima sepuluh pasien rujukan dalam pengawasan terkait virus corona. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan telah menerima sepuluh pasien rujukan dalam pengawasan terkait virus corona. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mempermudah proses importasi 12 jenis barang dalam rangka menghadapi pandemi virus Corona di Tanah Air.

    Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 28 Tahun 2020 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu. Beleid itu dirilis untuk memfasilitasi kemudahan impor alat kesehatan dan pelindung diri sebagai tindak lanjut diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020.

    "Melalui Permendag ini, Kementerian Perdagangan melakukan relaksasi atau kemudahan impor produk tertentu, khususnya terkait importasi produk alat kesehatan dan alat pelindung diri," kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto lewat keterangan resmi, Rabu, 25 Maret 2020.

    Sejumlah produk yang dimaksud adalah masker, pakaian medis, sarung tangan, dan alat kesehatan lainnya yang dibutuhkan dalam menekan penyebaran virus Corona. Adapun pelonggaran impor yang diberikan mencakup pengecualian atas satu-satunya persyaratan yang ada yakni ketentuan Laporan Surveyor (LS) di negara asal atau pelabuhan muat, dan pembatasan pelabuhan masuk.

    Dengan demikian, impor atas produk-produk tersebut tidak memerlukan perizinan apa pun. Pelonggaran aturan impor ini akan diberikan sampai dengan 30 Juni 2020. Adapun pengapalan produk-produk tertentu tersebut hanya perlu dibuktikan dengan Bill of Loading (B/L).

    Secara teknis, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan jenis-jenis barang yang dikecualikan dari ketentuan LS tersebut antara lain:

    1. Preparat pewangi ruangan baik mengandung desinfektan maupun tidak;

    2. Kertas dan tisu, diresapi atau dilapisi dengan pewangi atau kosmetik;

    3. Produk antiseptik mengandung sabun maupun tidak;

    4. Stocking untuk penderita varises, dari serat sintetik;

    5. Pakaian pelindung medis;

    6. Pakaian yang digunakan untuk pelindung dari bahan kimia atau radiasi);

    7. Pakaian bedah;

    8. Examination gown terbuat dari serat buatan;

    9. Masker bedah;

    10. Masker lainnya dari bahan nonwoven, selain masker bedah;

    11. Termometer infra merah;

    12. Sanitary towel, tampon saniter, popok bayi dan barang semacam itu dari bahan selain tekstil, kertas atau pulp kertas untuk sekali pakai

    "Dengan diterbitkannnya Permendag ini, diharapkan dapat mempercepat masuknya alat-alat kesehatan yang dibutuhkan saat pandemi Covid-19 ini sehingga ketersediaan alat tercukupi dan tidak terjadi kekurangan,” ujar Agus.

    Permendag ini diterbitkan usai Presiden Joko Widodo menetapkan agar importasi barang yang digunakan untuk penanganan Covid-19 mendapatkan perlakuan khusus dalam aturan impor melalui Keprres Nomor 9 Tahun 2020.

    Selain aturan ini, sebelumnya Kementerian Perdagangan pun mengeluarkan aturan ekspor produk ekspor masker, bahan baku ekspor, antiseptik, dan alat pelindung diri melalui Permendag 23 Tahun 2020 yang berlaku sampai 30 Juni 2020.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.