Corona, Sinar Mas Produksi Masker Medis Bulan Depan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat membeli masker dan cairan pembersih tangan ('hand sanitizer') di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Harga masker dan 'hand sanitizer' di sentra alat kesehatan tersebut mengalami lonjakan dari 600 persen hingga 1.400 persen akibat permintaan konsumen yang meningkat drastis setelah Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengumumkan dua warga Kota Depok positif terinfeksi virus corona. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Masyarakat membeli masker dan cairan pembersih tangan ('hand sanitizer') di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Harga masker dan 'hand sanitizer' di sentra alat kesehatan tersebut mengalami lonjakan dari 600 persen hingga 1.400 persen akibat permintaan konsumen yang meningkat drastis setelah Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengumumkan dua warga Kota Depok positif terinfeksi virus corona. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Sinar Mas Grup lewat PT Asia Pulp and Paper berencana memproduksi masker di dalam negeri mulai bulan April mendatang untuk memenuhi kebutuhan para tenaga medis dan pasien yang terdampak virus Corona. Sebelumnya, perusahaan tersebut masih mengimpor masker dari Cina. 

    “Insyaallah April nanti sudah bisa jadi pabrik yang di Indonesia,” kata Managing Director Sinar Mas Grup Gandi Sulistiyanto, Selasa, 24 Maret 2020. Namun meski sudah memproduksi di dalam negeri, perusahaan masih bersiap mengimpor masker untuk diberikan sebagai bantuan untuk penanganan virus Corona.

    Gandi menjelaskan, pemberian bantuan masker dan alat kesehatan lainnya seperti rapid test kit, alat pelindung diri (APD), dan ventilator, dilakukan secara kolaboratif dengan sejumlah perusahaan konglomerat di Indonesia lainnya. Gabungan konglomerat yang menamai dirinya dengan Pengusaha Peduli NKRI tersebut tengah menggalang dana Rp 500 miliar untuk pemberian bantuan.

    Hingga kini total dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp 300 miliar. Dana tersebut dibelikan sejumlah alat kesehatan untuk kemudian disumbangkan. Gandi mengatakan untuk proses impor masker saat ini, perseroan dibantu dari segi perizinan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perdagangan.

    PT Asia Pulp & Paper (APP) tercatat memiliki tiga anak usaha, yakni PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk., dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Total pabrik dari ketiga perusahaan ini mencapai empat pabrik. 

    Lontar Papyrus Pulp & Paper memiliki pabrik di daerah Jabung Barat, Jambi, sedangkan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia memiliki pabrik di Mojokerto, Jawa Timur. Adapun, Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. memiliki tiga pabrik, satu berlokasi di Pekanbaru, Riau, dan dua lainnya terletak di Tangerang dan Serang, Banten.

    Sementara APP akan menjadi salah satu dari sekitar 30 perusahaan lokal yang memproduksi masker di Indonesia. Hasil produksi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masker yang meningkat karena merebaknya wabah Covid-19.

    Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah tengah memproduksi dan mendistribusikan sekitar 4,7 juta masker hingga akhir bulan ini. Produksi dilakukan oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), sementara distribusi dilakukan oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk.

    Erick mengatakan bahwa pemerintah tengah mendorong RNI untuk kembali memproduksi masker dalam jumlah besar pada bulan depan. Bahan baku sejauh ini masih akan mengandalkan impor dari sejumlah negara, seperti Cina dan India

    Adapun, Kementerian Perindustrian telah sepakat untuk mengerahkan semua industri lokal yang berpotensi mendukung pengendalian penyebaran virus Corona di Indonesia. Hal ini utamanya bagi industri tekstil untuk produksi alat perlindungan diri (APD), masker, dan industri kimia yang memproduksi hand sanitizer.

    "Juga kebutuhan lainnya, sehingga kita mampu mendukung kebutuhan kita tanpa tergantung dari luar," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi melalui video conference, Selasa, 24 Maret 2020.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.