Stafsus Erick Thohir Tanggapi Video Tes Corona di Rumah Jerry Lo

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rapid test. Shutterstock

    Ilustrasi rapid test. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara angkat bicara soal beredarnya video yang memperlihatkan digelarnya pengecekan tes Corona di kediaman pengusaha properti Jerry Hermawan Lo

    Dalam video terlihat sejumlah orang yang diklaim merupakan keluarga besar di kediaman Jerry Lo itu sedang menunggu giliran menggunakan alat uji rapid test. Juga tampak sebuah bus bertuliskan “Layanan Kesehatan” terparkir di halaman rumah.  

    Terkait hal ini, Staf Khusus Bidang Komunikasi Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan distribusi dan pengawasan penggunaan alat-alat kesehatan sepenuhnya menjadi wewenang pemerintah daerah.

    "Pengawasan di daerah. Kami hanya melakukan pengadaan ke Kementerian Kesehatan. Distribusinya ke dinas kesehatan oleh provinsi," ujar Arya kepada Tempo, Rabu, 25 Maret 2020.

    Arya mengatakan pengawasan terpusat di daerah lantaran pelaksanaan tes Corona merupakan wewenang dinas kesehatan pemerintah provinsi atau kota masing-masing. Ia mencontohkan distribusi alat kesehatan di Depok dan Bekasi yang telah diserahterimakan sebelumnya.

    "Seperti kemarin kan Wali Kota Depok, Wali Kota Bekasi, itu mau buat juga (tes massal). Jadi yang melakukan seluruhnya daerah," tutur Arya.

    Video tes kesehatan di kediaman Jerry Lo ini sebelumnya juga dibenarkan oleh Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan. Iriawan termasuk salah satu yang datang ke kediaman Jerry untuk mengikuti tes corona.

    "Saya dihubungi oleh Bapak Jerry Lo untuk melihat tes Covid-19 dari Rumah Sakit Royal Progress Sunter dan menawarkan apabila PSSI akan melakukan test yang sama dengan dilakukan yang bersangkutan," ujarnya.

    Iriawan menjelaskan, Jerry memang menggelar tes Covid-19 bersama keluarga besar dan para karyawan pada 24 Maret 2020. Hermawan sengaja mendatangkan dokter dari RS Royal Progress lantaran alat tes corona di pasaran tidak bisa didapatkan.

    Selain itu, Iriawan menegaskan bahwa Jerry tak memiliki maksud apa pun kecuali menawari PSSI melakukan tes yang sama. Hanya, ia mengaku masih harus berdiskusi dengan EXCO PSSI ihwal tawaran tersebut. "Saya harus diskusikan dulu dengan EXCO di PSSI terkait dengan tes tersebut," kata Iriawan.

    Pekan lalu, Erick Thohir mengatakan pemerintah Indonesia sedang berupaya mengimpor alat penguji atau tes kit virus corona dari Swiss. Rencana ini telah dirapatkan bersama dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan beberapa menteri lainnya dalam rapat terbatas, Jumat, 20 Maret 2020 lalu.

    "Kami pilih Swiss karena kan kami harus juga menjaga kualitas," ujar Erick Thohir dalam siaran langsung, akhir pekan lalu. Erick mengatakan ada dua jenis alat yang ditawarkan. Pertama, tes kit yang mendeteksi virus melalui air liur. Kedua, alat yang mendeteksi virus melalui darah. 

    Dari dua jenis alat itu, Erick memastikan Indonesia memilih alat dengan metode yang pertama, yakni yang mampu mendeteksi virus Corona dengan air liur. Musababnya, metode ini dianggap lebih mumpuni ketimbang tes pendeteksi dengan darah. 

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.