Terimbas Stimulus AS, Harga Minyak Naik Tipis USD 24,01 per Barel

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kilang minyak Arab Saudi. Sumber: EPA/dailymail.co.uk

    Kilang minyak Arab Saudi. Sumber: EPA/dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, New York - Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, 25 Maret 2020 karena dampak pandemi virus Corona terhadap permintaan diimbangi harapan paket bantuan ekonomi AS sebesar US$ 2 triliun.

    Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik US$ 0,12 atau 0,4 persen menjadi ditutup pada US$ 27,15 per barel. Adapun minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik US$ 0,65 atau 2,8 persen menjadi menetap pada US$ 24,01 per barel.

    Namun kenaikan harga minyak ini tak terlalu tinggi salah satunya karena dipicu oleh sentimen dari India. Konsumen minyak terbesar ketiga di dunia ini memerintahkan 1,3 miliar penduduknya untuk tetap di rumah selama tiga minggu per Selasa lalu.

    Pengguna bahan bakar besar terbaru itu mengumumkan pembatasan gerakan sosial yang telah menurunkan permintaan bahan bakar bensin dan jet di seluruh dunia.

    Seperti diketahui, pasar minyak telah terguncang karena dua hal besar. Pertama, karena perang harga tak terduga antara Arab Saudi dan Rusia yang telah menyebabkan banjir pasokan minyak mentah. Kedua, pandemi virus Corona yang mengurangi permintaan bahan bakar sebanyak setidaknya 10 persen di seluruh dunia.

    "Tidak ada yang tahu seberapa besar dunia akan berhenti," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York, dikutip dari Xinhua. "Mungkin tidak mungkin harga minyak terus stabil."

    Bank sentral Amerika Serikat atau The Fed pada Senin lalu telah meluncurkan program termasuk dukungan pembelian obligasi korporasi untuk pertama kalinya. Petinggi Demokrat dan Republik mengatakan hampir mencapai kesepakatan pada paket stimulus ekonomi virus corona senilai US$ 2 triliun.

    Harga minyak telah terpangkas hingga separuh pada 2020. Harga komoditas emas hitam ini terpukul oleh guncangan permintaan yang disebabkan oleh pandemi dan upaya untuk menahannya, serta penghapusan batas pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain, termasuk Rusia, ketika kesepakatan dengan OPEC+ gagal pada awal Maret.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.