Sri Mulyani: IMF Prediksi Ekonomi Global Minus di Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Kantor Staf Presiden ( KSP) Moeldoko menghadiri  Rapat Terbatas tentang Dana Otonomi Khusus Papua yang dipimpin Presiden Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. Menhub jatuh sakit dengan gejala tifus serta memiliki riwayat asma. Instagram/@Sekretariat.kabinet

    Dari kiri Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Kantor Staf Presiden ( KSP) Moeldoko menghadiri Rapat Terbatas tentang Dana Otonomi Khusus Papua yang dipimpin Presiden Jokowi, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. Menhub jatuh sakit dengan gejala tifus serta memiliki riwayat asma. Instagram/@Sekretariat.kabinet

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani baru saja melakukan pertemuan virtual dengan menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara G20 pada Senin, 23 Maret 2020. Dalam pembukaan pertemuan, kata Sri Mulyani, Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva, menyampaikan bahwa proyeksi pertumbuhan global tahun ini akan negatif.

    “Situasi ini seperti tahun 2008, atau bahkan lebih buruk, ini yang disampaikan Managing Director IMF,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers online di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020. Dengan demikian, perkiraan ini jauh dibawah proyeksi IMF awal Maret 2020 ini yang sebesar 2,9  persen.

    Saat ini, total sudah ada 391 ribu orang yang terinfeksi virus corona di seluruh dunia. 17 ribu orang meninggal dan 102 orang berhasil sembuh. Penyebaran virus ini pun membuat perekonomian di sejumlah negara terkena imbas. Sehingga, diadakanlah pertemuan antar menteri keuangan ini untuk membahas kondisi ekonomi di masing-masing negara anggota.

    Sri Mulyani pun mengatakan, berdasarkan proyeksi IMF, perbaikan ekonomi global baru akan terjadi tahun 2021. Namun, seberapa besar dan cepat perbaikan tersebut tergantung dari seberapa cepat virus ini bisa dihentikan. Kini, kata dia, negara-negara dunia pun ramai-ramai mengeluarkan stimulus untuk meredam dampak virus ini pada perekonomian mereka.

    Dalam pertemuan ini, kata Sri Mulyani, Menteri Keuangan Arab Saudi juga mengusulkan agar negara G20 menggunakan semua sumber daya yang mereka miliki untuk menghadapi virus ini. Salah satunya dengan saling mendukung agar negara lain tidak mengalami kesulitan likuiditas di tengah pandemi ini.

    Di saat yang sama, Kristalina Georgieva, juga telah menyambut baik tindakan fiskal luar biasa yang telah diambil banyak negara untuk meningkatkan sistem kesehatan dan melindungi perusahaan serta pekerja yang terkena dampak virus corona.

    Demikian juga dengan langkah-langkah yang diambil oleh bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter. "Bahkan lebih banyak kebijakan dibutuhkan, terutama di bidang fiskal," katanya seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa, 24 Maret 2020.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.