Kementerian BUMN Gandeng Startup Bantu Tangani Pasien Corona

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyiapkan alat-alat medis di salah satu ruangan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. Tower 6 nantinya akan dimanfaatkan sebagai rumah sakit yang terdiri dari 24 lantai. Menara yang akan digunakan sebagai tempat isolasi itu dapat menampung sekitar 1.750 pasien virus Corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas menyiapkan alat-alat medis di salah satu ruangan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. Tower 6 nantinya akan dimanfaatkan sebagai rumah sakit yang terdiri dari 24 lantai. Menara yang akan digunakan sebagai tempat isolasi itu dapat menampung sekitar 1.750 pasien virus Corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk bekerja sama dengan sejumlah perusahaan rintisan atau start up agar dapat memberikan pemeriksaan medis secara dini untuk masyarakat terindikasi terjangkit virus corona dari rumah.

    "BUMN diminta juga oleh Gugus Tugas untuk menyatukan berbagai platform Gojek, Grab, Halodoc, Sobatdokter, dan lain-lain. Kerja sama ini untuk men-support pasien-pasien yang mau tinggal di rumah," kata Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga saat siaran langsung di Kantor BNPB, Selasa 24 Maret 2020.

    Arya menjelaskan, bahwa sejumlah startup tersebut akan mendukung dengan layanan konsultasi kesehatan kepada masyarakat. Nantinya jika ada warga yang positif virus corona, tetapi tidak mengalami gejala sama sekali maka para dokter yang tergabung dalam perusahaan rintisan akan memantau kesehatannya dan mengunjungi pasien.

    "Dengan selesainya menyatukan ini semua, akan membantu Gugus Tugas. Mereka bisa daftar nanti didaftarkan di Halodoc dan lain-lain satu per satu. Semua perlengkapan, APD, akan disupport Gugus Tugas," ucapnya.

    Arya mengungkapkan, dengan kerja sama dengan start-up ini juga akan membantu pasien virus corona yang tidak mengalami gejala berat. "Secara online bisa membantu yang mau isolasi di rumah," tuturnya.

    Arya juga menyarankan agar para relawan dan dokter di seluruh wilayah Indonesia yang ingin bergabung dalam penanganan pasien virus Corona, bisa mendaftarkan diri ke sejumlah startup tersebut.

    "Mudah-mudahan dalam minggu ini siap dan dapat membantu masyarakat yang mengambil langkah mengobati diri di rumah," kata Arya.

    Hingga Senin 23 Maret 2020, kasus positif virus corona mengalami penambahan 65 orang dari hari sebelumnya, sehingga total kasus menjadi 579 kasus, kemudian ada penambahan sembuh menjadi 30 orang, dan meninggal 49


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.