Corona, Emiten Ini Catat Lonjakan Permintaan Gas Oksigen RS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tabung oksigen telah disiapkan di Wisma Atlet yang akan dijadikan RS khusus Corona, di Jakarta, 21 Maret 2020. Sesuai arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, jumlah tower yang dipersiapkan untuk RS Darurat Covid 19 adalah sebanyak empat tower yakni tower 1,3,6 dan 7. Foto: KEMENBUMN

    Sejumlah tabung oksigen telah disiapkan di Wisma Atlet yang akan dijadikan RS khusus Corona, di Jakarta, 21 Maret 2020. Sesuai arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, jumlah tower yang dipersiapkan untuk RS Darurat Covid 19 adalah sebanyak empat tower yakni tower 1,3,6 dan 7. Foto: KEMENBUMN

    TEMPO.CO, Jakarta - Lonjakan jumlah pasien yang terpapar virus Corona atau Covid-19 belakangan ini secara otomatis mendongkrak permintaan gas di sektor medis khususnya oksigen. Permintaan gas oksigen ini salah satunya dirasakan oleh emiten distribusi gas, PT Aneka Gas Industri Tbk.

    Presiden Direktur Aneka Gas Industri Rachmad Harsono menjelaskan permintaan distribusi gas oksigen terutama untuk rumah sakit naik signifikan dalam satu bulan terakhir. Ia tak menjelaskan secara detail berapa kenaikan permintaan tersebut, namun dipastikan perseroan bisa memenuhi dengan pasokan gas yang cukup. 

    “Pasokan dipastikan aman, dan yang terpenting kami adalah garda depan melayani rumah sakit,” ujar Rachmad saat dihubungi, Senin, 23 Maret 2020.

    Berdasarkan data worldmeters, per Senin lalu, total kasus pasien yang terinfeksi virus Corona di Indonesia mencapai 579. Artinya ada tambahan 65 kasus baru dari hari sebelumnya.

    Sebagai catatan, berdasarkan laporan tahunan perseroan pada 2018, perseroan menguasai 85 persen pangsa pasar gas industri untuk sektor medis. 

    Perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 250 miliar pada tahun ini. Anggaran itu akan digunakan untuk pemeliharaan atau peremajaan aset, dan pengembangan teknologi.

    Emiten berkode saham AGII itu juga menargetkan pertumbuhan pendapatan pada tahun ini naik 1,5 hingga 2,5 kali dari pertumbuhan GDP atau tumbuh sekitar 7,5 persen hingga 10 persen. Selain itu, margin laba juga ditargetkan berkisar 4 persen hingga 6 persen dari pendapatan perseroan.

    Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, saham AGII berada di level Rp 410 atau melemah 6,82 persen atau 30 poin. Sepanjang tahun berjalan 2020, saham AGII terkoreksi 41,01 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.