Erick Thohir: BUMN Farmasi Kembali Produksi Masker Bulan April

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN, Erick Thohir Ajak Masyarakat Ikut Berkomitmen Hadapi Virus Corona.

    Menteri BUMN, Erick Thohir Ajak Masyarakat Ikut Berkomitmen Hadapi Virus Corona.

    TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir memastikan, mulai bulan April nanti, perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor farmasi akan kembali memproduksi masker.

    "Saat ini kan sudah ada 4,7 juta masker produksi dalam negeri oleh BUMN dan sudah didistribusikan. Nanti April akan dibuat lagi," ujar Erick dalam siaran langsung, Selasa, 24 Maret 2020.

    Erick tidak menjelaskan jumlah keseluruhan unit masker yang akan kembali digarap oleh perusahaan pelat merah pada bulan depan. Namun, ia menyebutkan masker itu akan cukup menambah stok bagi kebutuhan medis di masa mendatang.

    Adapun masker dalam negeri itu kini diproduksi oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (Persero). Sedangkan pendistribusiannya diserahkan kepada PT Kimia Farma (Persero) Tbk.

    Selain perusahaan BUMN, Erick menerangkan, masker untuk keperluan medis saat ini juga tengah diproduksi oleh 30 perusahaan swasta. Sedangkan khusus untuk alat pelindung diri atau APD, Erick memastikan perusahaan pelat merah tidak turut memproduksinya. "APD dibuat oleh swasta. Ada perusahaan di Jawa Tengah dan Solo," ucapnya.

    Sebelumnya RNI bekerja sama dengan produsen masker lain di dalam negeri lain akan mengebut produksi 2 juta lembar masker karena kebutuhan yang tinggi di saat pandemi virus Corona ini. "Jadi yang 2 juta itu semuanya oleh RNI tapi dia kerja sama dengan pabrikan lokal. Jadi RNI order supaya cepat," kata Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga melalui telekonferensi bersama awak media, Rabu 18 Maret 2020.

    Arya berjanji, BUMN ini akan menyelesaikan produksi maskernya pada bulan ini juga. Penyediaan masker harus dikebut karena  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengumumumkan bahwa masa tanggap darurat corona saat ini berlaku sampai 29 Mei 2020 mendatang.

    Adapun bahan baku masker yang akan digunakan berasal dari Cina, India dan Prancis. Namun, Arya mengaku pemerintah saat ini mengalami kendala dalam mendapatkan bahan baku dari Prancis lantaran negara tersebut melakukan kebijakan penutupan akses keluar dan masuk (lockdown).

    Kebutuhan masker dan alat kesehatan lainnya saat ini terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah kasus positif Corona. Data teranyar per 23 Maret 2020, jumlah kasus corona di Indonesia menyentuh 579 orang. Sebanyak 49 meninggal dunia dan 30 lainnya dinyatakan sembuh.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.