Pengusaha Kumpulkan Bantuan Rp 500 M untuk Penanganan Corona

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani dalam Seminar Nasional Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter di Kempinski Grand Indonesia Ballroom. Jakarta, 14 September 2018. TEMPO/Candrika Radita Putri

    Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani dalam Seminar Nasional Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter di Kempinski Grand Indonesia Ballroom. Jakarta, 14 September 2018. TEMPO/Candrika Radita Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok pengusaha di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menargetkan pengumpulan sumbangan hingga Rp 500 miliar untuk membantu penanganan wabah virus corona. Saat ini, bantuan tersebut sudah terkumpul senilai Rp 300 miliar.

    "Sejauh ini bantuan masih berasal dari pengusaha besar. Jadi kami imbau pengusaha-pengusaha di daerah untuk juga berkontribusi," ujar Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani dalam siaran langsung, Selasa, 24 Maret 2020.

    Rosan mengatakan bantuan yang terkumpul tersebut bakal disalurkan langsung kepada pemerintah dalam peranti medis. Pada tahap awal, kelompok pengusaha yang tergabung dalam Kadin menyerahkan sekitar 5.000 alat uji cepat atau test kit yang akan digunakan di Wisma Atlet.

    Kadin juga menyerahkan sekitar 2.000 alat pelindung diri atau APD untuk petugas-petugas kesehatan yang menanganani wabah di garda depan. Bantuan lain berbentuk masker dan alat bantu pernapasan atau ventilitator.

    Sumbangan tersebut telah diserahkan langsung secara simbolis kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir. "Ke depan kami akan melihat apa saja yang menjadi kebutuhan. Ini adalah bentuk gotong royong," ucap Rosan.

    Managing Director Sinar Mas Gandi Sulistiyanto yang juga terlibat dalam pengumpulan bantuan ini mengatakan telah menginisiasi pemberian sumbangan sejak dua pekan terakhir. Pihaknya belakangan telah mengimpor produk-produk kesehatan yang izinnya dibantu oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perdagangan.

    Setelah barang-barang impor datang, Gandi memastikan pihaknya langsung menghibahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB. "Jadi ini bentuk sinergi antara BUMN dan swasta," katanya.

    Relawan Yayasan Buda Suci atau relawan Tzu Chi yang juga CEO DAAI TV Indonesia, Hong Tjhin, mengatakan turut berkontribusi dalam penyaluran bantuan.
    “Kami telah lama bersinergi dengan sektor usaha dalam aktivitas sosial dan filantropi, namun baru kali ini bekerja sama menghadapi pandemi," katanya.

    Adapun perusahaan yang telah berkomitmen dalam penyumbangan sumbangan tersebut meliputi Ciputra Group, First Resources Ltd., Mulia, dan Wilmar Internationa. kemudian PT Djarum, Agung Sedayu Group, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Puradelta Lestari Tbk, dan Triputra Group telah menginisiasi donasi.

    Ada pula Astra International, Panin Group, PT Fajar Surya Wisesa Tbk., Wings Corporation. Selanjutnya, Rajawali Corporation, Garudafood, Nutrifood Indonesia, beserta FKS Group, PT Pan Brothers Tbk., PT Sritex Tbk., dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

    Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan apresiasinya atas adanya bantuan darai sejumlah pengusaha tersebut. "Swasta dan BUMN bergabung, ini luar biasa. Kita bisa lawan corona kalau gotong royong seperti ini," ucapnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.