Selain Sritex dan Batik Keris, Duniatex Jual Masker Rp 5.500

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memakai masker. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita memakai masker. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan tekstil yang berbasis di Solo, Jawa Tengah, Duniatex Group, meluncurkan produk masker non-medis. Peluncuran ini dilakukan di tengah mahal dan langkanya masker di pasaran akibat penyebaran virus corona Covid-19 yang semakin meluas.

    “Kami memakai sistem PO (Pre-order) dan memakan waktu sekitar kurang lebih tiga minggu,” kata Indah Susanti, contact person PT Delta Dunia Sandang Tekstil saat dikonfirmasi melalui email di Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.

    Masker yang dijual Duniatex ini bisa dicuci dan anti-air. Masker dijual seharga Rp 275 ribu per 50 satuan, atau Rp 5.500 per satuan. Harga ini sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Adapun minimal pembelian yaitu 50 satuan masker (1 kotak berisi 50 masker).

    Dalam dua terakhir, masker yang biasanya mudah ditemui di toko ritel sulit ditemukan. Di pasar utama seperti Pasar Glodok, harga masker sekali pakai bahkan sempat mencapai Rp 850 ribu.

    Kementerian BUMN sempat mencoba menjual masker murah seharga Rp 2.000 per satuan di perusahaan pelat merah, Kimia Farma. Namun tidak berlangsung lama, masker itu juga ludes dan tak lagi bersisa di apotek-apotek Kimia Farma.

    Atas situasi ini, sejumlah perusahaan tekstil pun berlomba meluncurkan produk masker yang bisa dicuci. Salah satunya PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex yang menjual masker non-medis seharga Rp 5.500 per satuan.

    Perusahaan bahkan mengklaim kebanjiran pesanan. "Banyak sekali yang belum bisa kami layani. Kami tidak tahu berapa total antreannya. Tetapi yang jelas telepon tidak berhenti," kata Corporate Secretary Sritex Joy Citradewi ketika dihubungi, Sabtu, 21 Maret 2020.

    Lalu, ada juga produsen pakaian ternama, Batik Keris, yang meluncurkan produk masker berbahan rajut dengan Rp 6.000 per satuan. "Penutup hidung dan mulut dari Batik Keris ini selain nyaman dipakai, tentunya aman karena bisa dicuci ulang," tulis Batik Keris dalam akun resmi Instagram mereka @batikkerisindo pada Sabtu, 21 Maret 2020.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.