Ada Corona, BKPM Sebut Investasi Tetap Naik 6 Persen

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Maret 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Maret 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan realisasi investasi sepanjang Triwulan I 2020 naik 5 sampai 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tetap terjadi meski penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia terus meluas dalam sebulan terakhir.

    Bagi Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, situasi ini menunjukkan masih ada secercah harapan, dibalik kesusahan yang terjadi. “Pengusaha itu gak gampang pasrah, yang pasrah itu cuma orang yang bercinta saja,” kata dia dalam konferensi pers online di Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.

    Pada Triwulan I 2019, realisasi investasi tercatat sebesar Rp 195,1 triliun, naik 5,3 persen dibanding periode yang sama tahun 2018 , yaitu sebesar Rp 185,3 triliun. Maka jika tahun ini naik 5 sampai 6 persen, realisasi investasi akan berada di kisaran Rp 204,86 triliun sampai Rp 206,8 triliun.

    Menurut Bahlil, ada tiga penyebab realisasi investasi tetap naik di tengah situasi virus corona. Pertama, sudah ada investasi eksisting yang saat ini realisasi progresnya mencapai 50 hingga 60 persen.

    Kedua, investasi yang sempat mangkrak,telah diselesaikan oleh BKPM. Jumlahnya mencapai Rp 20 triliun. Ketiga, BKPM telah mengubah pola kerja menjadi jemput bola. Investasi yang belum terealisasi akibat masalah izin dan tanah, akan didampingi. “Untuk kami yakinkan pihak tersebut,” kata dia.

    Meski demikian, Bahlil mengakui kecepatan kerja dari para investor dan pengusaha berkurang di tengah virus corona ini. Jika biasanya 100 persen, kata dia. maka sekarang hanya 60 sampai 70 persen. “Mereka tetap jalan, cuma speed-nya aja yang gak sesuai perencanaan,” kata dia.

    Penyebabnya mulai dari mesin untuk produksi yang belum bisa didatangkan, hingga tenaga kerja skill tinggi yang tidak ada di Indonesia. Namun, Bahlil berharap situasi ini tidak berlangsung lama. “Jika insyaallah berlalu Mei (virus corona selesai), maka Juni Juli bisa speed lagi,


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.