Bahlil Lapor 3 Skenario Investasi Pasca Corona ke Jokowi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana lengang jalan kawasan Gatot Subroto di Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo resmi mengumumkan bahwa aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) akan melaksanakan kerja dari rumah (work from home) hal tersebut dilakukan guna meminimalisir penyebaran COVID-19 di Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    Suasana lengang jalan kawasan Gatot Subroto di Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo resmi mengumumkan bahwa aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) akan melaksanakan kerja dari rumah (work from home) hal tersebut dilakukan guna meminimalisir penyebaran COVID-19 di Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia telah memberikan tiga skenario target realisasi investasi kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Skenario itu disampaikan sebagai antisipasi dampak dari penyebaran virus corona atau Covid-19 yang terus meluas di Indonesia.

    “Saya membuat tiga simulasi, target optimis, moderat, dan pesimis,” kata Bahlil dalam konferensi pers online di Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Ketiga skenario ini akan disampaikannya ke publik pada akhir bulan ini.

    Tahun ini, BKPM memiliki target untuk mendatangkan investasi sebesar Rp 886 triliun. Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan BKPM, Nurul Ichwan mengatakan, target tahun depan lebih tinggi dari target 2019 yang mencapai Rp 792 triliun. Artinya, diharapkan pertumbuhan investasi rata-rata bisa m sebesar  11,7 persen per tahun.

    Meski kasus virus corona terus bertambah setiap harinya, Bahlil belum ingin merevisi target Rp 886 triliun tersebut. Sebab, situasi yang terjadi saat ini masih menunjukkan peningkatan. Di Triwulan I 2020, kata dia, realisasi investasi masih naik sekitar 5 sampai 6 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

    Pada Triwulan I 2019, realisasi investasi tercatat sebesar Rp 195,1 triliun, naik 5,3 persen dibanding periode yang sama tahun 2018 , yaitu sebesar Rp 185,3 triliun. Maka jika tahun ini naik 5 sampai 6 persen, realisasi investasi akan berada di kisaran Rp 204,86 triliun sampai Rp 206,8 triliun.

    Menurut Bahlil, ada sejumlah penyebab realisasi investasi tetap naik di tengah situasi virus corona. Pertama, sudah adanya investasi eksisting yang saat ini realisasi progresnya mencapai 50 hingga 60 persen. Kedua, investasi yang sempat mangkrak senilai Rp 20 triliun, telah diselesaikan oleh BKPM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.