Tokopedia Tutup Ribuan Toko yang Jual Mahal Produk Kesehatan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tokopedia akan menerapkan Growth Mindset dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

    Tokopedia akan menerapkan Growth Mindset dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tokopedia sebagai market place telah menutup ribuan toko online akibat para penjualnya memasang harga tak wajar atau mahal terhadap produk kesahatan seperti masker dan hand sanitizer yang dijualnya saat pandemi virus Corona atau Covid-19. Selain itu, pedagang yang menjual produknya dengan judul atau deskripsi yang tak benar pun juga ikut terimbas.

    "Tokopedia telah menutup permanen ribuan toko online dan melarang tayang puluhan ribu produk yang terbukti melanggar," kata VP of Corporate Communcations Tokopedia, Nuraini Razak melalui pernyataan tertulis, Senin 23 Maret 2020.

    Namun pihak Tokopedia tak menyebutkan secara detail berapa jumlah toko yang telah ditutup akibat menyalahi aturan tersebut.

    Seiring dengan meningkatnya permintaan produk kesehatan dan kebutuhan pokok, unicorn Tanah Air ini juga menggratiskan biaya layanan bagi pedagang di kategori tersebut.

    Nuraini mengakatan, belanja secara daring dapat menjadi alternatif mengurangi risiko penyebaran virus corona, karena bisa menghindarkan dari tempat keramaian. Kemudian dengan bertransaksi secara daring pun akan bisa mendorong bisnis lokal untuk terus beroperasi.

    "Selain lewat edukasi, langkah ini dinilai dapat mendorong penjual selalu memastikan ketersediaan produk, juga menjaga harga tetap stabil," ucapnya.

    Sebelumnya, Tokopedia juga telah mendukung kebijakan pemerintah untuk lebih banyak beraktivitas di rumah, dengan mengratiskan ongkos kirim ketika berbelanja di platformnya.

    "Tokopedia memotong biaya layanan 100 persen bagi penjual di kategori produk kesehatan dan kebutuhan pokok lain," kata VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak dalam rilisnya, Kamis, 19 Maret 2020.

    Tokopedia saat ini mewajibkan seluruh karyawan bekerja dari rumah. Hal itu ditujukan untuk memastikan masyarakat dapat mengakses layanan Tokopedia seperti biasa dan bersama-sama menghentikan laju penyebaran Corona.

    Berdasarkan data internal Tokopedia menunjukkan adanya kenaikan transaksi pada produk kesehatan dan kebutuhan pokok lain sejak pandemi Covid-19 muncul di Indonesia. Produk yang paling banyak dicari, antara lain berbagai jenis masker mulut, cairan antiseptik atau hand sanitizer, hingga camilan sehat.

    Untuk mempermudah masyarakat mendapatkan produk kesehatan dan kebutuhan pokok lain sesuai kebutuhan dan lebih efisien, Tokopedia mengadakan kampanye Peduli Sehat dan Lengkapi Persediaan Rumah. Selain itu, Tokopedia menyalurkan lebih dari ribuan paket makanan ringan untuk anak-anak kurang mampu yang harus belajar dari rumah.

    Tokopedia mengaku sedang berdiskusi dengan mitra lembaga kemanusiaan untuk mendistribusikan perlengkapan sanitasi bagi yang membutuhkan. "Kami mendorong seluruh masyarakat ikut berkontribusi dalam menekan laju penyebaran Covid-19 lewat gerakan #DiRumahAjaDulu. Hal sederhana namun paling penting dilakukan untuk menjaga keselamatan bersama," tutur Nuraini. 

    Bahkan Tokopedia telah membuat halaman khusus untuk mempermudah masyarakat mendapatkan perkembangan terbaru mengenai virus corona atau Covid-19 dan bisa diakses melalui link ini.

    EKO WAHYUDI l ANTARA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?