Operasional KRL Commuter Line Normal Kembali Mulai Sore Ini

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa suhu tubuh calon penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Juanda, Jakarta, Senin, 16 Maret 2020. Pengecekan suhu tubuh tersebut untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 melalui transportasi umum. ANTARA

    Petugas memeriksa suhu tubuh calon penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Juanda, Jakarta, Senin, 16 Maret 2020. Pengecekan suhu tubuh tersebut untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 melalui transportasi umum. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Jadwal KRL Commuter Line Jabodetabek akan kembali normal mulai Senin sore, 23 Maret 2020 Pukul 15.00 WIB. Keputusan itu diambil setelah PT Kereta Commuter Indonesia melakukan evaluasi atas penyesuaian jadwal operasional KRL pada pagi ini.

    Dengan normalisasi jadwal ini, KRL akan kembali beroperasi melayani 991 perjalanan per hari mulai pukul 04.00 WIB hingga 24.00 WIB. Hal ini berlaku untuk seluruh 80 stasiun dan seluruh rute KRL.

    "Kami mengimbau pengguna untuk tetap beraktivitas dari rumah, kecuali kegiatan yang sangat perlu dan mendesak. Jadwal KRL kembali normal tidak untuk dimanfaatkan bepergian dengan tujuan-tujuan yang tidak mendesak," kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Maret 2020.

    Sebelumnya PT Kereta Commuter Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona pada transportasi publik, khususnya KRL Commuter Line. Anne mengatakan, PT KCI telah membersihkan kereta secara intensif dengan disinfektan, mengukur suhu tubuh pengguna, juga menyediakan hand sanitizer di kereta dan stasiun hingga lebih dari 2.000 botol. Bahkan, beberapa stasiun juga mulai tersedia tempat cuci tangan selain di toilet, bagi pengguna untuk digunakan sebelum maupun sesudah menggunakan KRL.

    Penerapan jarak sosial (social distancing) di stasiun dan kereta juga dilakukan di dalam stasiun dan kereta. Di dalam stasiun, PT KCI bersama KAI membuat garis batas antrian di loket, gate, dan sebelum pemeriksaan suhu tubuh.  Selama perjalanan, petugas pengawalan kereta juga bergerak mengimbau pengguna untuk berpindah dari kereta/gerbong yang penuh ke kereta/gerbong yang lebih kosong.

    Sejalan dengan kebijakan dari pemerintah dan himbauan untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah, Anne mengatakan jumlah pengguna KRL telah turun 50-60 persen. Rata-rata pengguna KRL semula mencapai satu juta orang per hari, namun kini menjadi hanya 400-500 ribu pengguna setiap harinya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.