Tutup Layanan Sementara, Sritex Rekap Pesanan Masker

Perintis pabrik textil Sritex, Lukminto. Tempo/Andry Prasetyo.

TEMPO.CO, Jakarta - PT Sri Rejeki Isman Tbk alias Sritex menutup sementara layanan hotline pemesanan masker pada Sabtu, 21 Maret 2020 mulai pukul 17.00 WIB hingga Senin, 23 Maret 2020. Corporate Communication Sritex Joy Citra Dewi mengatakan jeda itu akan digunakan untuk mendata pesanan yang masuk.

"Untuk jeda sementara satu hari ini kami gunakan untuk finalisasi rekapitulasi pesanan yang telah masuk," ujar Joy kepada Tempo, Ahad, 22 Maret 2020. Ia belum bisa mengungkap total pesanan yang telah masuk ke perseroan. 

Menurut Joy, produksi masker tersebut sudah dilakukan. Rencananya, paling cepat pesanan akan dikirim tujuh hingga sepuluh hari sejak pelunasan. Apabila melihat pemesanan dibuka pada 20 Maret 2020, maka masker paling cepat sampai di tangan pemesan pada 27 Maret 2020.

"Kami baru buka pemesanan 20 Maret, tujuh sampai sepuluh hari dari sana adalah waktu estimasi tiba-nya, kami upayakan lebih cepat, namun tidak semua melakukan pelunasan di awal pemesanan," kata Joy.

Sebelumnya, setelah mempublikasikan penjualan masker non medis dengan sistem pre order, Sritex memang kebanjiran pesanan. Joy tak menampik bahwa pihaknya kewalahan memenuhi permintaan masker yang dibanderol dengan harga Rp 5.500 per buah itu.

"Banyak sekali yang belum bisa kami layani. Kami tidak tahu berapa total antreannya. Tetapi yang jelas telepon tidak berhenti," kata Joy ketika dihubungi, Sabtu, 21 Maret 2020. Ia menjelaskan, Sritex khusus memproduksi masker nonmedis untuk membantu memenuhi kebutuhan masker di dalam negeri yang melonjak akibat masifnya penyebaran virus Corona jenis baru atau Covid-19.

Lonjakan permintaan masker non medis itu muncul kendati ada syarat minimum pemesanan 1.000 buah sebelumnya. Dengan kata lain pemesanan minimum bernilai Rp 5,5 juta untuk seribu masker. Adapun perusahaan yang dengan kode emiten SRIL itu menyiapkan lima nomor telepon untuk melayani pertanyaan dan pemesanan. 

Seperti diketahui Sritex baru saja meluncurkan masker non-medis yang bisa dicuci dan digunakan kembali. Produksi masker ini dalam rangka membantu pemerintah melawan wabah virus Corona. Masker tersebut itu terdiri dari dua lapisan kain anti bakteri dan anti air. Perusahaan yang berbasis di Sukoharjo, Jawa Tengah itu mengkhususkan pembuatan masker untuk kalangan nonmedis agar di tengah situasi ini masyarakat tidak berebut stok masker dengan pekerja medis.

"Masker nonmedis anti microbial dan anti air menggunakan bahan kain yang aman dan nyaman digunakan. Masker ini dapat dicuci dan dipakai ulang dengan cara pencucian seperti yang sudah dianjurkan," tulis Sritex dalam unggahan di media sosial Instagram @sritexindonesia, Sabtu, 21 Maret 2020.

 

Adapun cara pencucian masker yang dimaksud adalah dengan air bersuhu maksimal 40 derajat celcius, tanpa menggunakan pemutih, dan disetrika dengan tingkat menengah.

 

CAESAR AKBAR | BISNIS






Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

13 jam lalu

Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

Covid-19 telah bermutasi menjadi kasus dengan gejala ringan.


China Longgarkan Aturan Covid, di Shanghai Tes Corona Dihapus

3 hari lalu

China Longgarkan Aturan Covid, di Shanghai Tes Corona Dihapus

China mulai melonggarkan aturan soal Corona, namun kebijakan zero-Covid belum akan diambil.


Covid-19 di China Naik Lagi, Beijing Kembali Tutup Sekolah

17 hari lalu

Covid-19 di China Naik Lagi, Beijing Kembali Tutup Sekolah

Beijing kembali menutup sekolah setelah kasus Covid-19 kembali melonjak. China mencatat dua kematian pertama sejak Mei.


DKI Jakarta Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi, 7 RT Masuk Zona Merah

23 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi, 7 RT Masuk Zona Merah

Dengan peningkatan kasus Covid-19 di Jakarta, jumlah RT zona rawan Covid-19 selama sepekan mengalami kenaikan.


Malaysia Izinkan Penderita Covid-19 Ikut Nyoblos di TPS

23 hari lalu

Malaysia Izinkan Penderita Covid-19 Ikut Nyoblos di TPS

Malaysia mengeluarkan kebijakan yang mengizinkan warga positif Covid-19 datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dalam Pemilu, 19 November 2022


Selamatkan Lingkungan, BRI Peduli Ubah Masker Jadi Pot Tanaman

29 hari lalu

Selamatkan Lingkungan, BRI Peduli Ubah Masker Jadi Pot Tanaman

Masker terbuat dari plastik Polypropylene. Limbahnya memerlukan 300 tahun untuk hancur.


Covid-19 Melonjak di Singapura, Bandara Soekarno-Hatta Perketat Pengawasan Penumpang Internasional

39 hari lalu

Covid-19 Melonjak di Singapura, Bandara Soekarno-Hatta Perketat Pengawasan Penumpang Internasional

Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten memperketat pengawasan terhadap kedatangan penumpang luar negeri atau internasional.


Guru Besar FK UI Duga Subvarian XBB Faktor Lonjakan Kasus Covid-19

43 hari lalu

Guru Besar FK UI Duga Subvarian XBB Faktor Lonjakan Kasus Covid-19

Per Selasa, 25 Oktober 2022 terjadi kenaikan kasus Covid-19 hingga 3 ribu dari sehari sebelumnya hanya 1.700 kasus di Indonesia.


Viral di Media Sosial, Apa Itu Mask Fishing ?

49 hari lalu

Viral di Media Sosial, Apa Itu Mask Fishing ?

Istilah mask fishing diadaptasi dari istilah catfishing, bahasa gaul yang didefinisikan sebagai praktik menciptakan sebuah identitas palsu.


Lesti Kejora dan Rizky Billar Saling Rangkul di Polres Jakarta Selatan, Baju dan Masker Selaras

50 hari lalu

Lesti Kejora dan Rizky Billar Saling Rangkul di Polres Jakarta Selatan, Baju dan Masker Selaras

Pasangan selebriti Lesti Kejora dan Rizky Billar saling rangkul saat mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa malam sekitar pukul 20.52 WIB