Antisipasi Corona, Pelni Akan Turunkan Penumpang yang Sakit

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pemudik naik kapal Pelni, KM Ciremai di H-3 Lebaran dari Pelabuhan Tanjung Priok, Senin, 3 Juni 2019. KM Ciremai melayani arah Timur yakni Surabaya, Makassar, Baubau, Sorong hingga Jayapura. TEMPO/Dwi Arjanto

    Suasana pemudik naik kapal Pelni, KM Ciremai di H-3 Lebaran dari Pelabuhan Tanjung Priok, Senin, 3 Juni 2019. KM Ciremai melayani arah Timur yakni Surabaya, Makassar, Baubau, Sorong hingga Jayapura. TEMPO/Dwi Arjanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) memperketat pengawasan kesehatan penumpang selama masa darurat wabah Virus Corona alias COVID-19. Pemeriksaan kesehatan penumpang tidak hanya dilakukan pada saat penumpang akan naik ke atas kapal, tetapi juga dilaksanakan saat berada di dalam terminal. Sehingga para penumpang telah melalui berbagai prosedur pemeriksaan kesehatan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

     

    Seluruh petugas PELNI telah diinstruksikan untuk melakukan pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan thermogun kepada seluruh penumpang yang akan melakukan perjalanan dengan memperhatikan Standar Operasional Prosedur Kesehatan berdasarkan instruksi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan dalam menghadapi COVID-19.

     

    "Salah satunya seperti penumpang yang memiliki suhu tubuh diatas ketentuan segera dilaporkan kepada KKP setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut serta tidak diperkenankan untuk naik ke atas kapal. Sedangkan untuk penumpang yang sakit saat perjalanan akan diturunkan di pelabuhan selanjutnya untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero), Yahya Kuncoro, dalam keterangan tertulis, Ahad, 22 Maret 2020.

     

    Oleh Karenanya, Yahya mengingatkan kepada seluruh calon penumpang, untuk benar-benar memastikan kondisi kesehatan sebelum membeli tiket dan segera melaporkan kondisi kesehatan jika saat perjalanan merasa kurang sehat. Seluruh kapal PELNI telah dilengkapi poliklinik yang dapat dikunjungi oleh penumpang selama 24 jam.

     

    Yahya pun memastikan seluruh karyawan PELNI baik di kantor pusat, kantor cabang, nakhoda dan ABK telah diedukasi melalui kegiatan sosialisasi terkait penanganan dan tatalaksana COVID-19 serta telah dibekali alat-alat untuk menunjang hal tersebut. "Aspek kesehatan, keselamatan dan kenyamanan penumpang merupakan prioritas utama kami. Sehingga pada kondisi saat ini, kami terus berperan secara aktif dalam meningkatkan pengawasan kesehatan penumpang."

     

    Selain pemeriksaan tubuh, Perusahaan juga melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh kapalnya saat di awal dan di akhir pelayaraan serta menerapkan social distancing bagi para penumpang dengan mengatur jarak antar penumpang sejauh satu meter. Selain itu PELNI juga menyediakan hand sanitizer di lokasi strategis untuk penumpang, memberikan masker, serta memberikan himbauan mengenai kesehatan melalui pengeras suara setiap tiga jam.

     

    "Seluruh upaya akan kami lakukan. Tentu kami meminta kerja sama seluruh pihak agar terus meningkatkan kewaspadaan sehingga dapat meminimalisir potensi penyebaran corona," tuturnya.

     

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.