UMKM dan Pekerja Informal Paling Rentan Terhantam Corona

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lalu lintas kendaran bermotor terlihat sepi setelah meluasnya penyebaran virus Corona atau Covid-19, di Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    Lalu lintas kendaran bermotor terlihat sepi setelah meluasnya penyebaran virus Corona atau Covid-19, di Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat yang bekerja di sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta kelompok pekerja informal diprediksi yang paling rentan terhadap dampak ekonomi wabah virus corona. Direktur Keuangan Inklusi, Dana Sosial Keagamaan, dan Keuangan Mikro Syariah KNKS Ahmad Juwaini mengatakan, kelompok tersebut berpotensi kehilangan pendapatan karena penurunan drastis aktivitas harian.

    "Pada akhirnya kelompok-kelompok masyarakat kecil paling terdampak. Mereka akan kehilangan pekerjaan lantaran daya beli menurun," ujar Ahmad dalam diskusi online pada Sabtu, 21 Maret 2020.

    Kondisi ini menyebabkan kelompok UMKM dan pekerja informal tak mampu memenuhi tanggungan kepada kreditur. Sehingga, dalam jangka menengah, situasi tersebut akan menyebabkan tingginya kredit macet atau non-performing loan bagi bank-bank penyalur pinjaman.

    Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua Umum Forum Zakat atau FOZ Bambang Suherman. Ia mencontohkan pekerja harian seperti pedagang-pedagang harian yang berjualan di perkantoran saat ini terpaksa menutup lapak. Musababnya, pandemi corona ini mengharuskan para pegawai formal untuk bekerja dari rumah atau work from home sehingga pedagang kehilangan konsumen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.