Jokowi Minta Penyaluran KUR Diintensifkan untuk Redam Efek Corona

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang bersama Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 9 Desember 2019. Rapat terbatas itu membahas pelaksanaan program kredit usaha rakyat tahun 2020. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo berbincang bersama Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 9 Desember 2019. Rapat terbatas itu membahas pelaksanaan program kredit usaha rakyat tahun 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih diintensifkan sebagai salah satu upaya untuk merespons dampak wabah virus corona baru atau Covid-19 bagi sektor UMKM.

    “Saya juga minta penyaluran KUR, Kredit Usaha Rakyat, lebih diintensifkan lagi dan dieksekusi sebanyak-banyaknya,” kata Presiden dalam rapat terbatas melalui
    video conference dengan topik Kebijakan Moneter dan Fiskal Menghadapi Dampak Ekonomi Pandemi Global COVID-19 dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 20 Maret 2020.

    Untuk kepentingan itu, Jokowi meminta dukungan seluruh pihak terutama asosiasi usaha, kelompok profesi, serikat buruh, serikat pekerja, himpunan nelayan dan petani untuk bisa mendukung hal tersebut.

    Sebab, menurut dia, perlu kerja sama seluruh pihak untuk meredam dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 terutama bagi sektor UMKM di Tanah Air.

    “Saya minta dukungan seluruh asosiasi usaha, kelompok profesi, serikat buruh, serikat pekerja, himpunan nelayan dan petani untuk bersama-sama bergotong royong menghadapi tantangan ekonomi saat ini dan ke depan,” kata Presiden.

    Saat ini, Kepala Negara menekankan pentingnya untuk segera memberikan stimulus ekonomi bagi debitur, termasuk debitur UMKM yang terkena dampak COVID-19.

    Ia mencontohkan perlunya kebijakan restrukturisasi kredit dan pembiayaan yang kemungkinan sedang sangat dibutuhkan pelaku UMKM.

    “Saya minta kebijakan stimulus ini bisa dievaluasi secara periodik untuk melihat kebutuhan-kebutuhan di lapangan,” ujar Jokowi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.