Menkominfo Apresiasi Bantuan Tomy Winata Tangani Corona

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam perayaan Natal 2019 di kediamannya di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019.  TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam perayaan Natal 2019 di kediamannya di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah resmi mengucapkan terima kasih kepada taipan Tomy Winata yang telah membantu pemerintah untuk memerangi dan memangkas jalur penyebaran virus Corona atau Covid-19.

    Sebab, Tomy Winata lewat Artha Graha Peduli telah menyediakan Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu sebagai tempat observasi dan karantina WNI yang ada di Kapal Pesiar Diamond Princess dari Jepang.

    "Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Tomy Winata sebagai pimpinan Artha Graha Group," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam konferensi pers online pada Kamis, 19 Maret 2020.

    Sebelummya, pemerintah mengkarantina WNI yang ada di Kapal Pesiar Diamond Princess ke Pulau Sebaru Kecil. pada 2 Maret 2020. Beberapa hari sebelumnya, WNI di Kapal World Dream dari Hong Kong juga dikarantina di pulau ini pada 27 Februari 2020. Pulau ini diduga memiliki keterkaitan dengan Artha Graha, perusahaan milik taipan Tomy Winata.

    Merujuk artikel tahun 2014 yang diakses di laman Arthagrahapeduli.org, diketahui Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Tomy Winata telah mendirikan panti rehabilitasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu. Panti rehabilitasi itu bernama Sebaru Beach Recovery Resort.

    Pulau ini semula tidak berpenghuni. BNN dan Yayasan Nusantara Astriprima kemudian berkerja sama mendirikan pusat rehabilitasi.

    Tak hanya, itu Artha Graha Peduli pun ikut mengirim personel untuk membantu selama masa karantina. Para WNI ini dievakuasi ke Pulau Sebaru Kecil untuk menghindari wabah virus corona. 

    "Program observasi ini kegiatan multi sektor. ada swasta juga bahkan. Ada BNPB, TNI, ada Artha Graha yang punya pulau. Terakhir adalah public health and case management. Nah ini menjadi ranahnya Kemenkes," kata Kepala Pusat Krisis Kementerian Kesehatan Budi Sylvana di Markas Komando Lintas Laut Militer, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pun juga mengatakan Pulau Sebaru Kecil pernah menjadi tempat rehabilitasi narkoba. "Dulunya, pulau ini adalah tempat rehabilitasi narkoba. Fasilitasnya lengkap, ada AC-nya juga, sama seperti waktu observasi di Natuna, Kepulauan Riau. Dan kita akan pastikan mereka nyaman selama observasi," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.