Social Distancing, Transaksi Non Tunai Perbankan Melonjak

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Android Pay kini terintegrasi aplikasi mobile banking. Kredit: Phonearena

    Android Pay kini terintegrasi aplikasi mobile banking. Kredit: Phonearena

    TEMPO.CO, Jakarta - Industri perbankan mencatat kenaikan transaksi non tunai di tengah penerapan skema social distancing dan bekerja dari rumah (work from home) untuk mencegah penyebaran virus corona semakin meluas.

    Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengakui adanya peningkatan transaksi online. Hanya saja, pihaknya belum menghitung secara pasti besarannya. Sementara itu, penarikan tunai di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) juga dinilai masih sama dengan hari biasa. "Sejak social distancing ada peningkatan transaksi online tapi kami 19 Maret 2020.

    Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, nasabah memang lebih banyak melakukan transaksi non tunai daripada menarik uang di ATM. "Lebih banyak ke non tunai kelihatannya. Mungkin masyarakat mengurangi ke tempat umum," katanya.

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. juga mencatat terjadi kenaikan transaksi nasabah melalui jaringan elektronik sebesar 10 persen pada pekan ini dibandingkan periode sebelumnya. Adapun pekan ini, transaksi melalui jaringan elektronik di Bank Mandiri mencapai 5,8 juta transaksi per hari. Sementara itu, untuk transaksi e-money, hingga 15 Maret 2020, relatif stabil dengan rata-rata transaksi per hari sebanyak 3 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp 45 miliar.

    Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan, perseroan terus memperkuat transaksi pembayaran secara online untuk meningkatkan kemudahan dan keamanan nasabah. Saat ini nasabah dapat melakukan transaksi dengan Mandiri Online tanpa harus datang ke kantor cabang. “Kami juga terus mengembangkan layanan Mandiri Online agar semakin friendly dengan nasabah, serta mampu menjawab berbagai kebutuhan nasabah,” katanya.

    BISNIS 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).