Tangkis Dampak Corona, Bank Indonesia Kerahkan 7 Jurus Lagi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi bertajuk

    Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi bertajuk "Digital Transformation For Indonesian Economy: Finding The New Business Models" di Hotel Kempinski, Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2020. (Foto: Norman Senjaya)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, sebagai kelanjutan dari sejumlah stimulus kebijakan yang telah diumumkan pada Rapat Dewan Gubernu tanggal 18-19 Februari 2020 dan tanggal 2 Maret 2020 lalu, BI kembali memperkuat bauran kebijakannya. Kebijakan ini diarahkan untuk mendukung upaya mitigasi risiko penyebaran virus Corona atau Covid-19.

    "Hal itu juga untuk menjaga stabilitas pasar uang dan sistem keuangan, serta mendorong momentum pertumbuhan ekonomi," kata Perry dalam siaran langsung pengumuman RDG BI di Bank Indonesia, Jakarta, Kami, 19 Maret 2020.

    Adapun tujuh) langkah tersebut yaitu:
    1. Memperkuat intensitas kebijakan triple intervention untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamental dan mekanisme pasar, baik secara spot, Domestic Non-deliverable Forward (DNDF), maupun pembelian SBN dari pasar sekunder.

    2. Memperpanjang tenor Repo SBN hingga 12 bulan dan menyediakan lelang setiap hari untuk memperkuat pelonggaran likuiditas Rupiah perbankan, yang berlaku efektif sejak 20 Maret 2020.

    3. Menambah frekuensi lelang FX swap tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan dari 3 (tiga) kali seminggu menjadi setiap hari, guna memastikan kecukupan likuiditas, yang berlaku efektif sejak 19 Maret 2020. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.