Sri Mulyani Ingin Stimulus Corona Sentuh Rakyat Kecil

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kabinet Indonesia Maju mengikuti rapat terbatas Peningkatan Peringkat Pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. Destinasi pariwisata yang akan mendapatkan insentif untuk kunjungan wisatawan pun juga masih akan dibahas lebih lanjut. TEMPO/Subekti.

    Menteri Kabinet Indonesia Maju mengikuti rapat terbatas Peningkatan Peringkat Pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020. Destinasi pariwisata yang akan mendapatkan insentif untuk kunjungan wisatawan pun juga masih akan dibahas lebih lanjut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO. CO, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan selain difokuskan untuk sektor kesehatan, stimulus corona jilid III juga akan menjangkau jaring sosial. Dengan demikian, aliran bantuan itu nantinya akan memaksimalkan segala saluran yang dimiliki pemerintah untuk menjangkau rakyat kecil. 

    Sri Mulyani menyebut contoh program keluarga harapan, kredit usaha rakyat, kredit ultra mikro, kartu sembako, hingga program bantuan pangan non tunai. Artinya, paket stimulus untuk menangkis dampak wabah corona ini bisa menjangkau masyarakat lapisan terbawah dan para pekerja informal.

    “Kalau kita ingin uang masuk ke kantong masyarakat yang membutuhkan, saluran itu yang akan kita pakai. Berapa jumlahnya, masih kita hitung. Dinamikanya seperti saya sampaikan, belum kita pelajari sepenuhnya ke mana arahnya,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi video, Rabu, 18 Maret 2020.

    Hal lainnya adalah pemerintah tengah mendesain ulang program Jaminan Kesehatan Nasional agar bisa berjalan optimal. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, jaring sosial itu selain menjaga masyarakat miskin dari berbagai lapisan paling rendah, juga akan berimbas kepada masyarakat lapisan menengah. 

    Stimulus lainnya akan digelontorkan untuk membantu dunia usaha sehingga bisa tetap bertahan di tengah tekanan prekonomian akibat Virus Corona. Misalnya dengan pelonggaran Pajak Penghasilan Pasal 25 serta PPh 22 impor. Harapannya, pelonggaran perpajakan itu bisa membuat arus kas perusahaan lebih terbantu. Di samping itu, akan diberikan pula simplifikasi ekspor dan impor untuk mendorong perdagangan.

    Adapun stimulus yang akan diarahkan ke sektor kesehatan misalnya, untuk peningkatan kapasitas dan kemampuan rumah sakit di daerah guna meredam penyebaran virus Corona alias COVID-19. “Kami akan melihat kebutuhan untuk peningkatan kapasitas rumah sakit dan kemampuan mereka untuk menangani kebutuhan, juga alat pelindung diri, masker, dan lainnya akan kami lihat, termasuk upgrade rumah sakit apabila keburu dilakukan,” ujar Sri Mulyani

    Dengan stimulus itu, Sri Mulyani mengatakan akan ada pengalihan belanja-belanja modal ke sektor kesehatan. “Itu penanganan kesehatan sekaligus stimulus,” tuturnya. Ia berharap dengan stimulus tersebut nantinya industri sektor kesehatan bisa ikut bertumbuh serta kualitas rumah sakit di daerah busa ditingkatkan sehingga bisa menjadi dampak positif di tengah hantaman Virus Corona yang tak kunjung mereda.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.