Pengusaha Tekstil Genjot Produksi 1 Juta Masker Cegah Corona

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pekerja membuat masker wajah di sebuah pabrik di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 28 Januari 2020. Penjualan masker di Cina meningkat sebagai antisipasi warga untuk mencegah penularan virus Corona. Xinhua/Cai Yang

    Para pekerja membuat masker wajah di sebuah pabrik di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 28 Januari 2020. Penjualan masker di Cina meningkat sebagai antisipasi warga untuk mencegah penularan virus Corona. Xinhua/Cai Yang

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pengusaha tekstil yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengaku tengah menjahit 1 juta unit masker kain, untuk membantu penanganan wabah corona.

    Ketua Umum API Jemmy Kartiwa mengatakan pihaknya saat ini tengah menjahit 1 juta unit masker kain di Bandung, Jawa Barat. Masker tersebut akan diserahkan kepada Palang Merah Indonesia.

    Namun demikian, masker yang diberikan nantinya bukan masker medis, melainkan masker kain yang tujuan utamanya menghadang aerosol yang keluar dari mulut maupun hidung masyarakat.

    "Hari Selasa saya dikontak hari Minggu 15 Maret 2020 untuk bikin sampel masker. Begitu di approve oleh Pak Jusuf Kalla, (kami) langsung bikin. Beliau bilang daripada tidak ada, lebih baik (produksi) yang ada dulu. Ini tidak dijual dan hanya didistribusikan lewat PMI," katanya usai pertemuan dengan Kadin dan PMI, Selasa, 18 Maret 2020.

    Jemmy berujar saat ini ketersediaan bahan baku masker medis sudah habis. Adapun, bahan baku tersebut biasanya didapatkan dari China.

    Adapun, selain menyumbang masker kepada PMI, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani menargetkan dapat mengumpulkan dana dukungan dari pengusaha untuk Palang Merah Indonesia (PMI) hingga Rp10 miliar pada ini.

    "Kami akan dukung penuh PMI dan pemerintah dalam rangka bersatu memerangi virus corona ke depan," katanya di Gedung Kadin, Selasa, 17 Maret 2020.

    Rosan menambahkan pihaknya juga akan membentuk task force dari dunia usaha untuk berkoordinasi dengan satuan tugas (satgas) yang dibentuk oleh pemerintah dalam mengatasi wabah virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.