E-commerce Sediakan Kanal Belanja Anti-penyebaran Virus Corona

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • JD.ID. wikipedia.org

    JD.ID. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah perusahaan e-commerce mulai menyediakan kanal belanja berisi produk kesehatan dan kebutuhan lainnya khusus untuk mengantisipasi penyebaran virus corona Covid-19. Salah satunya JD.ID.

    Menurut pantauan Tempo melalui aplikasi milik e-commerce tersebut, perusahaan bervaluasi unicorn ini menyediakan kanal dengan kampanye bertajuk "Jaga Kesehatan Mulai dari Diri Sendiri". Adapun paket-paket yang dijual dalam kanal itu meliputi multivitamin, hand sanitizer, masker, minyak angin, hingga kebutuhan sehari-hari seperti susu, sembako, dan minuman kemasan.

    Selain menyediakan kanal khusus, JD.ID tampak menawarkan diskon. Ada dua jenis diskon yang diberikan, yakni potongan belanja 10 persen dan pemberian voucher ongkos kirim senilai Rp 10 ribu.

    Marketing Chief JDID Mia Fawzia mengatakan program itu digelar untuk membantu masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan di tengah pandemi corona. "Sejalan dengan imbauan pemerintah kepada masyarakat agar dapat membatasi aktivitasnya di luar, kami akan memberikan benefit," katanya dalam surat elektronik kepada Tempo, Selasa, 17 Maret 2020.

    Benefit atau keuntungan yang dimaksud di antaranya, JDID membantu masyarakat berbelanja tanpa mengantre. Perusahaan juga mengupayakan barang pesanannya lebih cepat sampai tujuan.

    Berdasarkan pantauan Tempo, selain JD.id, Tokopedia menyediakan kanal belanja berisi produk kesehatan dan kebutuhan lainnya khusus untuk mengantisipasi penyebaran virus corona Covid-19.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB) sebelumnya menyatakan telah memperpanjang status keadaan tertentu darurat bencana wabah akibat virus corona. Dalam surat keputusan bernomor 13.A Tahun 2020, Kepala BNPB Letnan Jenderal Doni Monardo mengatakan memperpanjang keadaan darurat ini dari 29 Februari sampai dengan 29 Mei 2020.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo membenarkan surat keputusan tersebut. "Iya," katanya ketika dikonfirmasi wartawan pada Selasa, 17 Maret 2020. Dalam Keputusan ini, BNPB meyebutkan pemberlakuan perpanjangan ini karena penyebaran virus semakin meluas dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

    Selain itu, penyebaran virus bisa berimplikasi pada kerugian harta benda, dampak psikologis pada masyarakat, serta mengancam, dan mengganggu kehidupan masyarakat.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan seluruh masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar. Sementara, kegiatan bekerja dan belajar diimbau dilaksanakan dari rumah masing-masing.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.