Luhut Pandjaitan: Penyelesaian Proyek Kereta Cepat Sesuai Jadwal

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, saat mengunjungi Kantor Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, saat mengunjungi Kantor Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Ad Interim Luhut Pandjaitan memastikan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung masih sesuai jadwal. Kereta cepat diproyeksikan mulai beroperasi pada 2021.

    "Kereta cepat masih on schedule," ujar Luhut singkat dalam siaran langsungnya, Senin petang, 16 Maret 2020.

    Proyek kereta cepat yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia-Cina atau KCIC sebelumnya sempat ditangguhkan selama dua pekan, mulai 2 Maret. Kementerian PUPR meminta pengerjaan konstruksi berhenti sementara lantaran banyaknya persoalan.

    Pelaksana tugas Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Danis Sumadilaga mengatakan pembangunan proyek kereta cepat dianggap kurang memperhatikan kelancaran akses keluar-masuk jalan tol. "Selanjutnya, pembangunan ini kurang memperhatikan manajemen proyek sehingga terjadi penumpukan material pada bahu jalan," tuturnya, beberapa waktu lalu.

    Akibatnya, fungsi drainase di sekitar jalan pun terganggu dan kebersihan serta keselamatan pengguna jalan turut terkena dampak. Tak hanya itu, pembangunan proyek dianggap telah menimbulkan genangan air pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang menyebabkan kemacetan. Dampaknya, arus lalu-lintas terhambat. Kelancaran pengiriman logistik pun ditengarai terganggu.

    Danis juga memandang sistem drainase di lokasi proyek buruk sehingga menyebabkan keterlambatan pembuangan saluran drainase. Akibatnya, jalanan di sekitar lokasi konstruksi acap banjir.

    Selanjutnya, pembangunan pilar yang dikerjakan oleh KCIC di KM 3+800 terhitung tanpa izin sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja atau K3, keselamatan lingkungan, dan keselamatan publik pun dinilai belum memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

    Meski masa penangguhan pengerjaan konstruksi proyek tersebut sudah berlalu pada 16 Maret 2020, pemerintah belum mengumumkan kelanjutannya. Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra Saleh mengatakan pihaknya masih mengajukan laporan terakhir kepada Menteri Basuki Hadimoeljono.

    "Belum bisa diumumkan. Ditunggu saja dulu," katanya.

    Adapun Juru Bicara KCIC, Denny Yusdiana, belum merespons pesan pendek yang diajukan Tempo terkait kelanjutan proyek kereta cepat ini

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?