Terapkan Bekerja dari Rumah, Bulog Jamin Pelayanan Tak Terganggu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bulog. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi Bulog. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog resmi memberlakukan sistem bekerja dari rumah atau work from home bagi sebagian karyawannya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona Covid-19. Surat edaran untuk kebijakan tersebut diterbitkan sejak Senin, 16 Maret 2020.

    "Penetapan work from home dilakukan dengan pemetaan. Sebab, jenis pekerjaan tertentu tetap harus terus berjalan dan tidak boleh berhenti serta pekerjaan yang dapat dilakukan dari rumah," ujar Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Bagya Mulyanto dalam keterangannya, Senin.

    Ia melanjutkan, work from home berlaku bagi karyawan di wilayah kerja Kantor dan Kanwil DKI dan Banten Perum Bulog.

    Dalam surat edaran itu, manajemen perusahaan meminta pegawai untuk mengurangi aktivitas di luar kantor.  Manajemen juga telah menunda keberangkatan dinas ke luar negeri.

    Bagya mengatakan Bulog saat ini telah mengatur mekanisme dan pengelolaan penugasan pekerja pasca-ditetapkannya aturan bekerja dari rumah. Sehingga, kata dia, bisnis perusahaan akan tetap berjalan dengan baik dan pelayanan masyarakat tidak terganggu.

    Bulog sebelumnya telah melakukan berbagai upaya mitigasi penyebaran virus, seperti pengecekan suhu tubuh bagi pegawai dan tamu. Petugas juga telah memastikan kebersihan lingkungan kantor dengan menyemprot desinfektan di area kerja.

    "Kami juga penyediaan masker dan hand sanitizer serta memonitoring dan deteksi dini bagi karyawan yang telah melakukan perjalanan dinas ke negara lain yang memiliki risiko tinggi," ucap Bagya.

    Ihwal ditetapkannya status penyebaran virus corona sebagai pandemi, Bagya memastikan Bulog telah mengamankan ketersediaan pangan nasional. Oleh karena itu, masyarakat diminta perlu khawatir terhadap stok pangan. "Kami terus memantau dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait," katanya.

    Jumlah kasus positif virus corona di seluruh Indonesia terus bertambah. Teranyar, Satgas Khusus Corona melaporkan terdampak 134 orang dikonfirmasi tertular virus berbahaya tersebut. Lima di antaranya dinyatakan meninggal.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.