Resmi Berlaku, Masuk ke Singapura Harus Punya Izin Khusus

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rain Vortex di Bandara Changi Jewel menghadirkan air terjun dengan tata cahaya. Foto: @changiairport

    Rain Vortex di Bandara Changi Jewel menghadirkan air terjun dengan tata cahaya. Foto: @changiairport

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah Singapura telah memperketat masuknya warga negara dari kawasan ASEAN, untuk mencegah penyebaran virus corona yang mungkin dibawa pendatang. Dalam pengumuman kedutaan besar Singapura, seperti diunggah di media sosial Facebook, pengetatan aturan tersebut resmi diberlakukan sejak Senin 16 Maret 2020 tengah malam. 

    "Sebagaimana diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) pada 15 Maret 2020, mulai 16 Maret 2020, pukul 23.59 Waktu Singapura, semua pengunjung jangka pendek yang merupakan warga negara dari negara Asean mana pun harus menyerahkan informasi mengenai kesehatan mereka untuk disetujui oleh MOH sebelum tanggal keberangkatan mereka ke Singapura," demikian informasi dari pihak Kedubes Singapura.

    Wisatawan ASEAN yang berencana mengunjungi Singapura harus menyerahkan informasi yang dibutuhkan melalui situs www.healthclearance.gov.sg. Selain mengisi lembar informasi, calon pengunjung Singapura itu juga mesti mendapat persetujuan tersebut dari MOH sebelum melakukan pemesanan perjalanan yang pasti.

    "Semua orang yang bepergian harus memastikan bahwa aplikasi mereka telah disetujui oleh MOH sebelum melakukan perjalanan ke Singapura. Persetujuan tersebut akan diverifikasi oleh petugas Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) di pos pemeriksaan Singapura," bunyi pengumuman tersebut.

    Jika pengunjung tiba di Singapura tanpa persetujuan yang diperlukan dan tidak memenuhi persyaratan akan ditolak masuk ke Singapura. Adapun waktu yang diperlukan wisatawan untuk proses aplikasi pengajuan izin antara 14 sampai 21 hari. Persetujuan akan berlaku untuk 14 hari dari tanggal disetujui.

    Sementara itu, semua orang yang masuk ke Singapura dengan riwayat perjalanan ke negara-negara tertentu dalam 14 hari terakhir akan diberikan Stay-Home Notice (SHN) 14 hari. Negara yang dimaksud adalah negara-negara di ASEAN, Jepang, Swiss, dan Inggris.

    Orang yang mendapat SHN harus memberikan bukti tempat di mana mereka akan menjalankan SHN selama 14 hari ini, misalnya pemesanan hotel yang mencakup seluruh periode, atau tempat tinggal yang mereka atau anggota keluarga mereka miliki. Namun, SHN tidak akan diterapkan kepada orang yang bepergian melalui Singapura hanya untuk transit dan tidak meninggalkan area transit.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.