Virus Corona Meningkat, Kementan Siapkan Impor 3 Komoditas

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengukuran suhu tubuh kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat memasuki Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia. TEMPO/Subekti.

    Petugas melakukan pengukuran suhu tubuh kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat memasuki Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan rencana impor tiga komoditas pangan, yaitu daging sapi, bawang putih, dan gula pasir. Ketiganya disiapkan untuk menjamin ketersediaan stok dan harga bahan pangan di tengah meningkatkan penyebaran Virus Corona dan Ramadan pada akhir April 2020.

    Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, impor harus dilakukan karena memang produksi dalam negeri belum mencukupi. "Keadaannya tidak terhindarkan mengingat pemerintah ingin memastikan tidak ada kelangkaan menjelang puasa dan lebaran," kata Syahrul dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 16 Maret 2020.

    Sebelumnya, beberapa komoditas pangan terpantau sudah mengalami kenaikan harga. Contohnya bawang putih yang sempat naik sampai Rp 80 ribu per kilo. Tapi kini, harganya mulai turun. Giliran gula pasir yang harganya naik sampai Rp 20 ribu.

    Adapun tiga komoditas yang disiapkan untuk impor yaitu, pertama, daging sapi atau daging kerbau sebanyak 290 ribu ton. Adapun kebutuhan daging sapi  sebesar 376 ribu ton. Dengan tambahan produksi dalam negeri, maka pemerintah menjaga stok di angka 517 ribu ton.

    Kedua, impor gula pasir sebanyak 672 ribu ton. Adapun kebutuhannya secara nasional mencapai 1,4 juta ton. Dengan tambahan produksi nasional, maka stok gula dipasang di angka 2,8 juta ton.

    Ketiga, impor bawang putih sebesar 196 ribu ton untuk kebutuhan 291 ribu ton. Maka dengan tambahan produksi lokal, stok komoditas ini diharapkan mencapai 288 ribu, tetap lebih rendah dari kebutuhan.

    Meski ketiga komoditas ini harus diimpor, Syahrul menyebut delapan komoditas utama lain masih aman karena surplus. Ketujuhnya yaitu beras, jagung, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng.

    "Masyarakat mohon agar tenang dan tidak perlu resah. Pasokan dan stoknya ada. Hitungan kami hingga Agustus masih cukup," kata Syahrul.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.