Luhut Angkat Bicara Soal Lockdown Karena Corona, Apa Katanya?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seusai menghadiri diskusi bertajuk 'Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara' di Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seusai menghadiri diskusi bertajuk 'Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara' di Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal desakan lockdown atau mengunci akses suatu wilayah untuk mencegah penyebaran virus corona. Menurut Luhut, kebijakan lockdown belum perlu dilakukan untuk saat ini.

    Luhut mengatakan, pemerintah masih bisa mengontrol kondisi penyebaran virus corona atau Covid-19. "Saya kira kita belum berpikir ke situ (lockdown), setiap negara punya masalah sendiri-sendiri," kata Luhut melalui siaran langsung resmi Kementerian Maritim dan Investasi, Senin 16 Maret 2020.

    Dia mengatakan seperti arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menahan diri dan beraktivitas di rumah sudah dinilai baik. Luhut menuturkan, saat ini orang bisa rapat di rumah dengan mengandalkan teknologi informasi.

    "Seperti pada sekolah dan sekarang teleconference jadi kita tidak perlu banyak ketemu di kantor lagi dan itu pengurangan yang cukup bagus," ucapnya.

    Dia juga melihat respon jajaran yang dibawahnya seperti perusahaan BUMN, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dalam merespon arahan Jokowi sangat baik. "Sehingga sekarang kita jadi belajar, kita melakukan pertemuan-pertemuan seperti ini jadi lebih efisien juga tidak perlu traveling dan makin bagus teknologinya," ujarnya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bersama pemerintah terus meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19. "Bekerja keras menjaga penyebaran Covid-19 dan menjaga seminimalisir mungkin dampaknya kepada perekonomian Indonesia," kata Jokowi di Istana Bogor pada Ahad, 15 Maret 2020.

    Ia pun meminta seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan tak panik. Jokowi juga meminta masyarakat tetap produktif. "Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah, Ini lah saatnya kerja bersama-sama saling tolong menolong dan gotong royong, kita ingin ini menjadi gerakan masyarakat agar masalah ini cepat selesai," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.