Pandemi Corona, Jadwal Tes SKB CPNS Terancam Mundur

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Jabar di GOR Arcamanik, Bandung, Kamis, 30 Januari 2020. Sebanyak 37.985 peserta mengikuti seleksi yang dilaksanakan pada 29 Januari - 8 Februari 2020. ANTARA/M Agung Rajasa

    Sejumlah peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Jabar di GOR Arcamanik, Bandung, Kamis, 30 Januari 2020. Sebanyak 37.985 peserta mengikuti seleksi yang dilaksanakan pada 29 Januari - 8 Februari 2020. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Jadwal tes seleksi kompetensi bidang (SKB) bagi calon pegawai negeri sipil atau CPNS terancam diundur, menyusul meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan, opsi perubahan jadwal tes CPNS akan dirapatkan bersama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) pada Selasa, 17 Maret 2020 lusa.

    "Kalau diputuskan tes SKB mundur, ya semua akan mundur. Itu opsi yang akan kami bahas," ujar Paryono saat dihubungi Tempo pada Minggu, 15 Maret 2020.

    Sedianya, tes SKB akan digelar serempak secara nasional mulai 25 Maret hingga 10 April. Tes SKB merupakan tes tahap kedua bagi peserta yang telah dinyatakan lolos tes sebelumnya, yakni tes seleksi kompetensi dasar alias SKD.

    Adapun kepastian rentang kemunduran jadwal tes SKB akan diumumkan seusai rapat bersama. Kendati ada kemungkinan jadwal tes CPNS mundur, Paryono memastikan hasil tes bagi peserta yang telah mengikuti SKD akan diumumkan tepat waktu.

    "Pengumuman SKD tetap 22-23 Maret. Setelah itu seharusnya langsung SKB. Namun, karena kejadian ini, kemungkinan ya mundur untuk tahap berikutnya," tuturnya.

    Paryono mengatakan, seandainya jadwal tes tak jadi diundur, panitia seleksi harus mempersiapkan opsi yang matang. Misalnya memastikan seluruh peserta tes CPNS sehat. Seluruh peserta juga diwajibkan memakai hand sanitizer dan masker untuk antisipasi.

    Berdasarkan data BKN per 10 Maret 2020, jumlah peserta log in tes SKD tercatat sebanyak 3.067.777 orang. Dari seluruh peserta, persentase kelulusan untuk formasi lulusan terbaik terdata paling tinggi, yakni mencapai 91,62 persen.

    Sedangkan persentase kelulusan formasi umum 44,13 persen. Adapun persentase kelulusan peserta tes CPNS fomasi putra/putri Papua dan Papua Barat 26,54 persen; diaspora 100 persen; penyandang disabilitas 66,45 persen; dan tenaga siber 56,37 persen.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.