Pasien Corona Kabur dari RS Diduga Driver Ojol, Gojek: Hoaks

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengemudi Gojek mengikuti pelatihan bahasa isyarat di BedeeCafe dan Kedai Mis U, Cinere, Depok, Jumat 18 Oktober 2019. TEMPO | Cheta Nilawaty

    Sejumlah pengemudi Gojek mengikuti pelatihan bahasa isyarat di BedeeCafe dan Kedai Mis U, Cinere, Depok, Jumat 18 Oktober 2019. TEMPO | Cheta Nilawaty

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Gojek menampik isu seorang pasien positif corona yang melarikan diri dari RSUP Persahabatan merupakan mitra pengemudinya. Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan informasi itu adalah hoaks.

    "(Kabar itu) hoaks. Kami sudah meluruskannya," ujar Chief Corporarte Affairs Gojek Nila Marita dalam pesannya kepada Tempo, Sabtu petang, 14 Maret 2020.

    Nila mengakui, saat ini ada salah satu mitranya yang memang berada dalam masa observasi karena terindikasi sempat berkontak dengan pengidap covid-19. Saat ini pun, pengemudi tersebut sudah dalam proses karantina dan masih menunggu hasil tes rumah sakit yang dirujuk pemerintah.

    Selanjutnya, Nia memastikan telah menonaktifkan sementara akun mitra tersebut sampai perusahaan memperoleh informasi yang valid dari pihak berwenang. "Hal ini kami laukan sebagai langkah pencegahan meski mitra kami tidak menunjukkan gejala sakit," ujarnya.

    Nila melanjutkan, perusahaan akan terus memonitor kesehatan pengemudinya secara berkala. Adapun saat ini, ia memastikan bahwa manajemen bakal mengikuti panduan yang ditetapkan pemerintah terkait antisipasi penyebaran virus.

    Di sisi lain, manajemen bakal memberikan edukasi secara berkala kepada para mitranya dan membuka kanal informasi bagi mereka melalui aplikasi khusus. Lebih lanjut, Nila memastikan perusahaannya siap bekerja sama dengan pihak terkait untuk memperbarui informasi perihal virus corona.

    Sebelumnya, Tim Dokter Pasien Covid-19 RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, membenarkan ada salah satu mengatakan pasien positif corona yang kabur dari ruang isolasi. Menurut Erlina, ketika pasien positif corona itu kabur, sudah ada keluarga yang menjemput pasien itu di depan rumah sakit.

    "Kami tahu setelah dia keluar. Jadi diisolasi juga tidak kayak penjara yang dikunci pakai gembok. Ada juga tempat masuknya karena pasien harus masuk dari depan. Begitu masuk, petugas meleng, sudah keluar, sudah ada keluarga," tuturnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menekan Penularan Covid-19 di Lokasi Wisata

    Pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 pada liburan akhir tahun dengan beberapa upaya. Berikut detailnya.