Penjualan Adidas dan Puma di Cina Anjlok Akibat Virus Corona

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona Covid-19 telah menempatkan Cina pada kondisi perekonomian yang buruk saat ini, salah satunya tercermin dalam hasil penjualan perusahaan asing produk olah raga Adidas dan Puma.

    Dalam laporan caturwulan I 2020, Adidas ungkap penurunan penjualan sebesar 1 miliar euro (sekitar Rp 16.5 triliun) di Cina, dan 100 juta euro (sekitar Rp1.6 triliun) di Jepang dan Korea Selatan. Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar 400 juta – 500 juta euro.

    Saham Adidas dan Puma turun masing-masing 9 persen dan 5 persen Rabu (11/3). Saham Nike pun turun 3 persen seperti dilansir The Guardian.

    Puma telah menarik panduan keuangan dari para investor, karena merasa tidak mampu untuk memprediksi dampak negatif virus kepada hasil penjualan dan laba.

    Virus corona juga menyebabkan banyak acara turnamen olah raga yang dibatalkan, ditunda, atau dilangsungkan tanpa penonton. Salah satunya turnamen Olympic Games dan Euro 2020 Football Championship. Kondisi ini sedikit banyak juga berdampak pada merek-merek olahraga tersebut.

    Direktur Eksekutif Adidas, Kasper Rorsted melaporkan, jika kedua acara olahraga tersebut ditunda, Adidas akan alami kerugian sebesar 70 juta euro.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.